Kecantikan

Mitos dan Fakta tentang Pemutih Kulit yang Perlu Diketahui

Namun di samping itu, beredar pula mitos-mitos yang salah tentang pemutih kulit.

Mitos dan Fakta tentang Pemutih Kulit yang Perlu Diketahui
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi 

Penggunaan zat ini dapat menimbulkan efek samping berupa iritasi ringan seperti gatal, perih, hingga kemerahan pada kulit.

Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan bahwa zat ini dapat memicu kanker.

Tetapi hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai kejadian penyakit kanker yang berkaitan dengan penggunaan hydroquinone pada manusia.

Kendati demikian, penggunaan zat ini sebagai pemutih kulit bebas telah dilarang dan obat ini tidak terdaftar di BPOM.

Mitos 6: Setelah mendapatkan kulit putih, kita bisa berhenti menggunakan krim pemutih.

Fakta: Sebelum kita menggunakan krim pemutih wajah, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli tentang cara penggunaan, risiko, komposisinya.

Mitos 7: Kulit putih identik dengan wanita cantik.

Fakta: Selama ini banyak yang menganggap wanita cantik adalah mereka yang memiliki kulit putih. Hal itu didukung pula oleh beberapa iklan krim pemutih kulit.

Ketahuilah bahwa kecantikan seseorang tidak dilihat dari warna kulitnya saja. Percaya dirilah dengan apa yang kita miliki.

Hanya dengan cara itu, kecantikan akan terpancar dengan sendirinya.

Jika ingin produk pemutih untuk mencerahkan kulit, disarankan untuk berkonsultasi dan bertanya-tanya terlebih dahulu kepada dokter ahli.

Dokter bisa merekomendasikan produk pemutih kulit apa yang sesuai dengan jenis kulit kita, dan menjelaskan risiko dan manfaatnya bagi kesehatan.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved