Seputar Kaltara

Waduh, Daerah Perbatasan RI di Kaltara Masih Andalkan Pasokan Gula dari Malaysia

Pemerintah diminta memberikan izin impor gula pasir, khusus di wilayah perbatasan Republik Indonesia- Malaysia di

Waduh, Daerah Perbatasan RI di Kaltara Masih Andalkan Pasokan Gula dari Malaysia
TRIBUNKALTIM.co
Pasokan gula di Nunukan, Kalimantan Utara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, NUNUKAN - Pemerintah diminta memberikan izin impor gula pasir, khusus di wilayah perbatasan Republik Indonesia- Malaysia di Kabupaten Nunukan.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Nunukan, Irsan Humokor beralasan, izin impor khusus harus diberikan karena warga di Kabupaten Nunukan sangat tergantung pada gula asal Malaysia.

"Sampai kapanpun kita tidak bisa mengalahkan murahnya gula Malaysia. Jalan yang paling rasional saat ini hanya membuka kuota impor khusus," ujarnya.

Baca: 5 Fakta Hujan Sawer Raja Tambang Binuang, Bocah SD Nyawer Lesty Jutaan Hingga Harley untuk Rhoma

Baca: Satu Lagi Raja Tambang di Kalimantan Bikin Kejutan, H Isam Umrahkan 250 Gurunya di SMP

Dia mengatakan, dengan kuota impor khusus ini, Pemerintah bisa bersaing dari sisi harga untuk memenuhi harapan masyarakat perbatasan.

Sebab selama ini tol laut ternyata belum bisa menekan harga dibawah harga gula Malaysia yang beredar di Nunukan.

Kalimantan Utara, sebutnya, membutuhkan sedikitnya lima ribu ton gula pasir.

“Jika ini disetujui, pengusaha lokal yang bergerak, kita juga perlahan bersaing dengan Malaysia,” ujarnya.

Baca: Inilah Nomor Urut 14 Partai Politik Peserta Pemilu 2019!

Halaman
12
Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved