Bumi Sanggam

TP PKK Balangan Gelar Arisan Rutin Bulanan sekaligus Penyuluhan Kemandirian Keluarga

Tim Penggerak PKK Kabupaten Balangan kembali menggelar Arisan Rutin Bulanan sekaligus Penyuluhan Kemandirian Keluarga

TP PKK Balangan Gelar Arisan Rutin Bulanan sekaligus Penyuluhan Kemandirian Keluarga
istimewa/humas pemkab balangan
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Balangan, Hj Nursidah Ansharuddin saat menyampaikan arahannya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Tim Penggerak PKK Kabupaten Balangan kembali menggelar Arisan Rutin Bulanan sekaligus Penyuluhan Kemandirian Keluarga dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) pada Senin, 19 Februari 2018 di Aula Sekretariat PKK Kabupaten Balangan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Balangan, Hj Nursidah Ansharuddin dalam kesempatan tersebut menyampaikan, arisan rutin kali ini untuk lebih menambah pengetahuan dan wawasan kita tentang kesehatan yaitu dilaksanakan juga penyuluhan mengenai kemandirian keluarga dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK) untuk pencegahan stunting.

Dalam hal ini selaku yang tergabung dalam organisasi Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan, maupun individu ibu rumah tangga dituntut untuk mampu mandiri dalam mencegah stunting ini.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Balangan, Hj Nursidah Ansharuddin saat menyampaikan arahannya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Balangan, Hj Nursidah Ansharuddin saat menyampaikan

arahannya. (istimewa/humas pemkab balangan)

"Pencegahan terhadap stunting sangat penting sekali dilakukan karena merupakan masalah yang cukup serius dimana stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan yang kurang dalam waktu yang lama, umumnya karena asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi," ujarnya.

Menurutnya, tanda balita mengalami stunting adalah kondisi badan lebih pendek dari stanndar panjang atau tinggi anak usianya, mudah sakit, perkembangan otak terhambat dan pada usia sekolah sulit berprestasi.

Dimana gizi seimbang dari 1000 hari pertama kehidupan dapat menghindarkan timbulnya tiga resiko diantaranya adalah terjadinya penyakit tidak menular atau kronis, hambatan pada pertumbuhan dan beresiko terjadinya stunting.

Agar gizi seimbang bisa terpenuhi untuk anak yang tidak suka sayur, kita harus kreatif membuat makanan kesukaan anak dengan menyelipkan sayuran didalamnya.

"Saya berharap kita dapat mengambil sebanyak mungkin pelajaran positif dari kegiatan ini dan selanjutnya dapat kita terapkan dalam kehidupa kita sehari-hari sebagai bentuk sumbangsih kita terhadap pembangunan banua sanggam," katanya.

Untuk itu ia mengajak ibu-ibu semua untuk senantiasa memperhatikan kesehatan dan asupan serta gizi dari makanan anak-anak dan keluarga.

Demikian pula yang berkaitan dengan kesehatan, kita pasti tahu bahwa tanpa jiwa dan raga yang sehat tidak akan maksimal upaya yang bisa kita lakukan untuk meraih apa yang dicita-citakan, dan tidak pula sepenuhnya menikmati apa-apa yang kita miliki, artinya tanpa jiwa dan raga yang sehat semuanya yang kita miliki kurang berarti.

"Oleh karena itu selalu syukuri dan jagalah kesehatan, terapkanlah gaya hidup sehat dan jadilah contoh yang sehat bagi anak-anak dan orang-orang disekitar kita," pungkasnya. (*/aol)

Penulis: Elhami
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved