Berita HSS

NEWSVIDEO: Museum Ini Simpan Senjata Perang Peninggalan Hasan Basry hingga Perabotan Memasak

Museum Rakyat HSS yang berada di Desa Hamalau Kecamatan Sungai Raya, HSS masih terpelihara dengan baik.

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan (HSS) yang berada di Desa Hamalau Kecamatan Sungai Raya, HSS masih terpelihara dengan baik.

Gedung dua lantai ini awalnya merupakan gedung juang ALRI divisi IV pertahanan Kalimantan diresmikan 15 Agustus 1996 oleh kepala staf TNI angkatan laut Laksamana Madya TNI Arief Kushariadi.

Selanjutnya, gedung juang diresmikan menjadi Museum rakyat HSS pada Desember 2015. Berbagai benda-benda bersejarah tersimpan rapi di Museum Rakyat HSS ini.

Untuk lantai satu ada benda-benda bersejarah perjuangan Brigjend Hasan Basry, baik itu perabotan hingga senjata perang yang digunakan.

Baca: Efek Mirip Opium dan Kokain, Daun Sapat Amuntai Ternyata Bisa Disalahgunakan sebagai Narkoba

Baca: Tak Disangka, Daun Sapat Obat Penghilang Rasa Sakit Amuntai Ini Dikirim hingga ke Australia

Ada juga benda-benda peralatan memasak yang masih terawat dengan baik. Termasuk ada peninggalan benda-benda dari Cina dan Belanda berupa guci dan piring.

Beranjak ke lantai dua, ada foto-foto Bupati HSS dari masa ke masa. Di sini juga ada benda-benda peralatan pertanian, perikanan, alat musik hingga koleksi sepeda onthel.

Alat pertanian mulai dari alat pompa padi, alat penumbuk padi hingga alat tanam dan panen padi zaman dulu. Untuk alat perikanan ada alat tangkap ikan secara tradisional seperti lokah, tombak, jala, perahu dan berbagai jenis alat tangkap ikan lainnya.

Pengelola Museum Rakyat HSS M Kastalani mengatakan jadwal buka museum rakyat HSS setiap Senin hingga Jumat.

"Untuk Senin sampai Kamis buka mulai pukul 08.00-12.00 WITA. Khusus Jumat buka dari pukul 08.00-11.00," katanya, Selasa, (20/2/2018).

Baca: Harga Jual Tinggi, Basuni Kirim Daun Sapat Obat Penghilang Sakit Amuntai hingga 3 Ton Per Bulan

Baca: Bisa Langsung Diseduh atau Dijadikan Kapsul, Daun Sapat Miliki Rasa Pahit Bisa Obati Sakit Kepala

Setiap harinya, menurutnya ada saja pengunjung yang datang untuk melihat benda benda bersejarah. Sedikitnya ada lima hingga sembilan orang tiap hari pengunjung yang datang.

Kepala dinas Pendidikan HSS Nordiansyah mengatakan bahwa museum rakyat HSS bisa menjadi sarana edukasi bagi warga HSS dan para pelajar di HSS.

"Banyak sejarah yang bisa dipelajari dari benda-benda yang ada di Museum Rakyat HSS khususnya bagi para pelajar yang ada di HSS," katanya.

Pihaknya sangat terbuka bagi para pelajar yang ingin berkunjung dan belajar ke museum rakyat HSS tanpa dipungut biaya atau gratis.

"Kita sudah menghimbau kepada pihak sekolah untuk bisa memanfaatkan museum Rakyat HSS untuk bahan edukasi sejarah bagi anak didiknya," lanjutnya.

Baca: Warga HSU Mulai Banyak Tanam Pohon Obat Herbal Amuntai Ini Setelah Tahu Harga Jualnya Tinggi

Beberapa sekolah baik TK, PAUD, SD, SMP hingga SMA yang ada di HSS dikatakannya sudah ada yang berkunjung ke Museum Rakyat HSS.

Terkait dengan benda-benda bersejarah yang ada di Museum Rakyat HSS itu diperoleh dengan membeli dan ada juga benda-benda titipan dari ahli waris para pejuang HSS yang disimpan di Museum Rakyat HSS.

Kedepan, pihaknya akan terus mensosialisasikan keberadaan museum itu khususnya ke sekolah sekolah yang ada di HSS, sehingga para guru dan pelajar mengetahui bahwa ada museum sejarah di HSS.(Banjarmasin Post/Aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help