Home »

News

» Jakarta

Berita Jakarta

Terkait Penyerangan Ulama, "Masa Orang Gila Serentak Menarget Pemuka Agama?"

"Masa orang gila bisa serentak digunakan di beberapa tempat dan menarget?" ujar Savic Al

Terkait Penyerangan Ulama,
kompas.com
Perwakilan dari Jaringan Gusdurian, Savicali, saat memberikan keterangan pers terkait pengepungan kantor YLBHI oleh ratusan massa pada Minggu (17/9/2017) malam hingga Senin (18/9/2017) dini hari. Savicali diwawancarai oleh sejumlah wartawan di kantor Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/9/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Aktivis pemuda Nahdlatul Ulama ( NU) Savic Ali meminta kepolisian lebih terbuka untuk mengungkap kasus penyerangan kepada pemuka agama belakangan ini.

"Masa orang gila bisa serentak digunakan di beberapa tempat dan menarget?" ujar Savic Ali, usai diskusi di Universitas Atmajaya, Jakarta, Rabu (21/2/2018)

"Masa orang gila nungguin orang salat di masjid sampai sepi, terus mukulin? Ini kan enggak masuk akal juga. Jadi polisi harus lebih terbuka dengan ini," kata dia.

NU, kata Savic, memiliki perhatian besar kepada kasus-kasus kekerasan kepada pemuka agama. Perhatian itu tidak hanya kepada para kiai NU, namun juga pemuka agama lainnya.

Diharapkan, kasus kekerasan kepada para pemuka agama tidak memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia yang majemuk.

Savic sendiri tidak mau berspekulasi terlalu jauh terkait kasus penyerangan kepada pemuka agama. Ia meminta agar kepolisian membongkar kasus tersebut.

Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan menyebut bahwa kasus penyerangan terhadap pemuka agama yang terjadi akhir-akhir ini sudah diprediksi dan dideteksi pihaknya.

Menurut dia, kasus tersebut adalah salah satu bagian dari kampanye hitam yang dilancarkan menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Seluruh jajaran sudah mendeteksi dan memprediksi di tahun politik ini 2018-2019 akan marak kampanye hitam. Wujudnya isu-isu PKI, agama, SARA, politik identitas," kata Budi di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Sementara itu, Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan, dirinya memerintahkan jajaran reserse di tingkat Polda dan Polres untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Kesehatan.

Ia meminta kepolisian di daerah berkoordinasi dengan rumah sakit jiwa di wilayah masing-masing.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help