Berita Banjarmasin

Di Usia Senjanya, Nenek Warga Basirih Ini Membanting Tulang Menghidupi Anak dan Cucunya yang Sakit

JALAN kaki sambil kedua tangannya menenteng barang dagangan berupa kue dan makanan, menjadi kegiatan sehari-hari bagi Ramlah.

Di Usia Senjanya, Nenek Warga Basirih Ini Membanting Tulang Menghidupi Anak dan Cucunya yang Sakit
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - JALAN kaki sambil kedua tangannya menenteng barang dagangan berupa kue dan makanan, menjadi kegiatan sehari-hari bagi Ramlah.

Di usianya yang tidak muda lagi, dia masih semangat mencari nafkah untuk memenuhi keperluan keluarga.

Termasuk untuk biaya pengobatan cucunya, Salman Alfarizi.

Warga Basirih Jalan Flamboyan 3 Ujung ini setiap hari menyusuri jalan, masuk gang dan perkampungan untuk menjajakan dagangannya kepada warga dan anak-anak demi untuk mencukupi keperluan hidup.

Cucunya, Salman Alfarizi (4) yang juga menjadi tanggungannya sedang mengalami sakit.

Hampir setiap hari mengeluhkan dadanya yang menonjol.

Baca: Kaket Ini Ternyata Sudah 10 Kali Bolak Balik Penjara, Teman Satu Sel di Lapas Martapura Syok

Sejak usia 1,5 tahun, Alfarizi pernah mengalami jatuh di rumahnya, kemudian baru disadari menggangu pertumbuhan tulang dada dan tulang belakangnya.

"Dia pernah jatuh, ketika hendak mengambil minum dan dibantu kakanya. Dari situlah, cucu saya ini mulai sering merasa kesakitan di bagian dada," kisah Ramlah, Rabu (21/2).

Ia bahkan tidak menyangka, karena insiden itu, kini cucunya tidak bisa tumbuh secara normal.

Halaman
1234
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved