Berita Kotabaru

Krisis Air Bersih Belum Teratasi, PDAM Berharap Pembebasan Lahan Embung Gunung Perak Jelas

Salah satu cara mengakhiri ancaman krisis air bersih, PDAM melalui pemerintah daerah harus memperbanyak wilayah tampungan

Krisis Air Bersih Belum Teratasi, PDAM Berharap Pembebasan Lahan Embung Gunung Perak Jelas
BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah
Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Harapan masyarakat terlepas dari persoalan krisis air bersih terjadi dari tahun ke tahun, saat musim kemarau sepertinya belum bisa teratasi. Itu menyusul ketidak sediaan air baku dikelola perusahaan daerah air minum (PDAM) sesuai kebutuhan.

Salah satu cara mengakhiri ancaman krisis air bersih, PDAM melalui pemerintah daerah harus memperbanyak wilayah tampungan air dengan penambahan embung.

Sementara dua embung sekarang dimiliki, masing-masing dengan kapasitas 250 ribu kubik belum bisa mengatasi. Karena sesuai kebutuhan, minimal stok air dimiliki 1 juta kubik. Artinya, paling tidak masih perlukan dua embung.

Selain pemerintah daerah tetap melakukan pengoptimalan embung Gunung Tirawan dan waduk Gunung Ulin.

Menambah stok air baku, rencana pemerintah daerah melalui Balai Wilayah Sungai mengalokasikan sekitar Rp 30 miliar, untuk pembangunan embung Gunung Perak.

Namun belum ada kepastian, lantaran ketidak siapan pemerintah daerah melakukan pembebasan lahan akses mobilisasi kegiatan.

Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah mengungkapkan, sudah menyampaikan permintaan secara resmi pelaksanaan fisik embung Gunung Perak ke pihak Balai Wilayah Sungai.

"Dan, sudah mendapat respon positif dari pihak kepala Balai," katanya, Kamis (22/2/2018).

Ipansyah berharap agar rencana pembangunan embung bisa dipercepat, ada solusi pemerintah daerag segera membebaskan lahan akses jalan ke lokasi embung.

"Kita di Pulaulaut ini memang masih sangat kekurangan air baku jadi sayang kesempatan ini kalau tertunda," pungkasnya.

Kepala Dinas Permukiman, Perumagan Rakyat dan Pertanahan Kotabaru Heru Setiawan, hingga berita diturunkan belum bisa dikonfirmasi.

Berkali-kali dihubungi telepon selularnya, melalui pesan WhatsApp tidak ada balasan.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help