Berita Hulu Sungai Tengah

Santri Ponpes Al Mansyur Ronda Bergiliran, Begini Kata Ketua MUI HST Terkait Gerak Polres dan Kodim

“Ada media online, Facebook, WA yang cepat beredar luas, sehingga dalam pikiran masyarakat seakan-akan dikaitkan

Santri Ponpes Al Mansyur Ronda Bergiliran, Begini Kata Ketua MUI HST Terkait Gerak Polres dan Kodim
BANJARMASINPOST.co.id/hanani
Silaturahmi sekaligus dialog Polres HST/Kodim 1002 Barabai, Forkomida dengan para habaib, ulama, pemimpin ponpes dan majelis ta’lim se-HST, Kamis (22/2/2018), di Ponpes Nurul Muhibbin pimpinan KH Akhmad Bakhiet. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pengamanan internal dilakukan pula oleh Pondok Pesantren Darul Quran Futuhatus Sahamdaniah Ma’dad Al Mansyur, KH Abdus Samad, Walangku, Kasarangan, Kecamatan Labuanamas Utara, Hulu Sungai Tengah.

Abdus Samad menyatakan, keresahan yang terjadi di kalangan santri dan para ustadz saat ini di HST bukan karena teror.

Tapi karena informasi yang beredar di sosial media.

“Ada media online, Facebook, WA yang cepat beredar luas, sehingga dalam pikiran masyarakat seakan-akan dikaitkan dengan ada atau tidak ada teror tersebut," katanya.

Baca: BREAKING NEWS - Oknum Guru PNS Madrasah di Kabupaten Banjar Ini Setubuhi Siswanya 20 Kali di Sekolah

Baca: Tak Jera-jera, Usia Setengah Abad, Kakek Ini Masih Saja di Dunia Hitam, Terkhir Berlumuran Darah

"Di sisi lain, ada ulama di pulau Jawa dan Sumatera, Aceh yang menjadi korban kekerasan, sehingga hal itu meracuni pikiran masyarakat,” ungkap ustadz Samad saat silaturahmi.

Silaturahmi sekaligus dialog Polres HST/Kodim 1002 Barabai, Forkomida dengan para habaib, ulama, pemimpin ponpes dan majelis ta’lim se-HST, Kamis (22/2/2018), di Ponpes Nurul Muhibbin pimpinan KH Akhmad Bakhiet.

Dengan kondisi tersebut, jelas dia, ponpes yang jauh dari kota pun resah.
“Terpaksa santri kami pun ikut jaga malam. Padahal seharusnya mereka belajar. Menghapal Alquran, dan istirahat saat malam. Tapi terpaksa disibukkan jaga malam,” katanya.

Ustadz Samad pun membeberkan, pada Minggu malam, pukul 00.00 wita, santri memergoki ada seseorang masuk pondok.

“Saat kami tanya, orang itu menjawab sedang mencari kodok. Tapi kami mikir juga mencari kodok tengah malam Akhirnya orang itu kami biarkan, dan kami biarkan kami mikir orang itu mencari kodok,” tuturnya.

Halaman
123
Penulis: Hanani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help