Berita HST

Empat Drone Misterius Muncul Pukul 02.00 Dinihari di Atas Ponpes, Warga Gagal Menembak

Ustadz H Barmawi, ketua Yayasan Ponpes Al Muhajirin Pamangkih menuturkan, drone tak dikenal itu mengintari kawasan ponpes

Empat Drone Misterius Muncul Pukul 02.00 Dinihari di Atas Ponpes, Warga Gagal Menembak
Banjarmasin Post Edisi Cetak Jumat (23/2/2018) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI -- Para santri dan pengasuh Pondok Pesantren Al Muhajirin Pamangkih (Cabang Ponpes Ibnul Amin) di Desa Pamangkih, Kecamatan Labuanamas Utara, Hulu Sungai Tengah, dibuat resah oleh kehadiran drone yang mengitari ponpes Kamis (22/2/2018) dinihari.

Pihak ponpen berharap kepolisian menyelidiki drone misterius tersebut.

Ustadz H Barmawi, ketua Yayasan Ponpes Al Muhajirin Pamangkih menuturkan, drone tak dikenal itu mengintari kawasan ponpes dan rumahnya yang ada di lingkungan ponpes, sejak Selasa (20/2/2018) lalu.

“Tiga hari berturut-turut drone itu ada di atas ponpes, hingga mendekat di atas atap musala, tiap selesai salat Isya. Ketika dilihat oleh satri, drone menjauh tinggi, hingga menghilang di hutan,” beber Barmawi kepada Bpost, Kamis pagi.

Baca: Sule dan Andre Sukses Bikin Dua Pebalap Moto GP, Dani Pedrosa dan Marc Marquez Terbahak-Bahak

Baca: Heboh, Drone Misterius Pantau Dua Ponpes di HST Tiga Malam Berturut-turut, Santri dan Ulama Resah

Anehnya, kata ustadz yang sering ceramah ke desa-desa itu, Kamis dinihari sekira pukul 02.00 Wita, malah ada empat drone yang terbang di atas ponpes. Santri yang kebetulan sedang ronda bersama masyarakat setempat pun geger, dan mencoba menyelidiki dan memantau arah hilangnya drone tersebut.

Drone itu menghilang di kawasan hutan.”Ada warga yang bawa senapan angin dan mencoba
menembaknya, tapi drone itu terbang terlalu tinggi,” ujar Barmawi.

Barmawi sempat melaporkan kehadiran drone misterius itu ke Polsek LU, saat dia hendak berdakwah di Rantau Kaminting.

Baca: Fachri Albar Sebut Satu Nama dan Polisi Pun Langsung Menangkap

“Saat di polsek saya dikasih nomor kontak yang bisa dihubungi. Tapi, saat dihubungi dinihari, nomor itu malah tak bisa dikontak. Keterangan dari operator nomor tersebut diblokir.

Alhamdulillah hari ini saya bisa menyampaikan angsung ke Kapolres dan kasdim,” katanya.

Disebutkan dia, pengamanan secara swadaya sudah lama di lakukan di lingkungan ponpes, dengan sistem ronda malam bergiliran. Namun, sejak ramainya isu teror terhadap ulama dan santri yang berkembag di masyarakat, sistem jaga malam makin diintensifkan.

“Kami berharap dengan kejadian ini, ada dari TNI dan Polri ikut jaga malam bersama kami dan masyarakat,” harapnya.(*)

Baca lebih lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Jumat (23/2/2018)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved