Berita Tanahlaut

NEWSVIDEO - Dibangun Tahun 2014 Instalasi Pengolahan Limbah Tinja di Tanahlaut Tak Berfungsi

Instalasi Pengolahan Limbah Tinja di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakunci di Kelurahan Karangtaruna, Kecamatan Pelaihari

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Instalasi Pengolahan Limbah Tinja di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakunci di Kelurahan Karangtaruna, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, kondisinya menyedihkan.

Itu karena sejak selesai dibangun pada 2014 lalu hingga kini, petugas kebersihan pada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tanahlaut yang merawat rumputnya tidak dihuni hewan liar.

Informasi dihimpun pembangunan instalasi pengolahan limbah tinja itu merupakan bantuan Pemerintah Pusat yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Selama instalasi pengolahan limbah tinja itu tak berfungsi, perkantoran yang toiletnya penuh terpaksa menggunakan jasa mobil sedot tinja dari Kota Banjarbaru dengan biaya sedot tinja Rp 500 ribu.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Madura United vs Persebaya di MNC TV, Piala Gubernur Kaltim 2018

Baca: Jadwal Siaran Langsung Manchester United (MU) vs Chelsea di RCTI Liga Inggris Pekan 28 : Optimis!

Padahal, jika instalasi pengolahan limbah tinja itu berfungsi sejak 2014 lalu, masyarakat di Kabupaten Tanahlaut ataupun pengelola jasa perhotelan dan perkantoran akan terlayani dengan biaya murah dan daerah mendapatkan pemasukan.

Kepala Seksi Kebersihan dan Limbah pada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tanahlaut, Ramadhani Suryanata mengatakan keberadaan Instalasi Pengolahan Limbah Tinja itu belum milik Pemerintah Kabupaten Tanahlaut.

Pria yang menyelesaikan pendidikan sarjana teknik ini menjelaskan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut punya alasan tidak menerima hibah dari bantuan Pemerintah Pusat itu karena belum dilakukan ujicoba dan secara kasat mata tidak layak dan tak berfungsi.

"Bagaimana mau difungsikan kalau pembangunan instalasi pengolahan limbah tinja itu ada yang retak dan bocor kolam penampungannya. Ini sudah dilihat langsung oleh tim dari Pemerintah Pusat dan aparat penegak hukum," katanya. (Banjarmasin Post/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help