Travel Kalteng

Wow! Ada Desa yang Menyajikan Wisata Kopi di Tanjung Puting, Ayo Mampir!

Kepala Desa Kumpai Batu Atas, Sariyanto mengatakan kegiatan wisata kopi di desanya memang baru saja ditawarkan

Wow! Ada Desa yang Menyajikan Wisata Kopi di Tanjung Puting, Ayo Mampir!
kompas.com
Jurnalis dari Jakarta mengunjungi kebun kopi jenis liberica milik warga Desa Kumpai Batu Atas, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Sabtu (17/2/2018). Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat berencana mengembangkan agrowisata untuk menarik kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PANGKALAN BUN - Bagi pencinta kopi, Desa Kumpai Batu Atas, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah bisa jadi obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Di sana, wisatawan bisa melihat kebun kopi hingga pengolahan kopi berjenis liberica.

KompasTravel sempat berkunjung ke Desa Kumpai Batu Atas dalam rangka press tour Kotawaringin Barat beberapa waktu lalu. Di sana, berkeliling ke kebun kopi hingga masuk ke dalam rumah warga untuk melihat proses pengolahan kopi.

Kepala Desa Kumpai Batu Atas, Sariyanto mengatakan kegiatan wisata kopi di desanya memang baru saja ditawarkan untuk wisatawan. Wisatawan, lanjut Sariyanto, akan diajak berkeliling oleh kelompok tani kopi yang telah dibentuk.

"Dulu sebenarnya Kumpai Batu Atas memang kampung kopi tapi karena nilai kopi menurun dan jatuh kurang lebih lima tahun yang lalu, nilai jual rendah dan pasar tak ada. Kini kami bangkit kembali kembangkan kampung kopi," jelas Sariyanto.


Biji kopi jenis liberica milik warga Desa Kumpai Batu Atas, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Sabtu (17/2/2018). Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat berencana mengembangkan agrowisata untuk menarik kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara.(KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)

Begitu tiba di Desa Kumpai Batu Atas, wisatawan bisa langsung berjalan-jalan keliling desa untuk melihat pohon kopi. Ada perwakilan dari kelompok tani yang menjelaskan tentang kopi liberica.

Wisatawan juga diajak masuk ke dalam rumah salah satu warga. Di sana, warga mencontohkan cara menyangrai kopi liberica dengan cara tradisional yakni dengan kayu bakar.

Pohon-pohon kopi yang bisa dilihat di Desa Kumpai Batu Atas telah tumbuh dari tahun 1980. Pohon-pohon kopi awalnya hadir karena ditanam warga desa yang dulunya adalah transmigran tahun 1970-an.


Seorang warga menyangrai biji kopi jenis liberica dari hasil kebun kopi milik warga Desa Kumpai Batu Atas, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Sabtu (17/2/2018). Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat berencana mengembangkan agrowisata untuk menarik kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara.(KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)

Ketua Kelompok Tani Kopi Kumpai Batu Atas, Sutrisno mengatakan dulunya Desa Kumpai Batu Atas merupakan hutan belantara. Situasi dulu tak ada jalan dan sulit untuk menuju Kota Pangkalan Bun.

"Dulu di Kalimantan itu persepsinya ketakutan. Dulu jalanan ini belum ada. Tahun 1985 itu baru ada masyarakat yang ke Pulau Jawa. Baru tahun itu karena takut transportasi dan akses. Mereka pulang ke Malang, lalu bawa biji kopi ke Pangkalan Bun," ujarnya.

Wisatawan yang ingin berkeliling di Desa Kumpai Batu Atas bisa datang sendiri atau mengambil paket wisata kopi. Adapun paket wisata yang ditawarkan Kelompok Tani Kumpai Batu Atas seharga mulai dari Rp 300.000.

Desa Kumpai Batu Atas terletak sekitar 19 kilometer dari pusat Kota Pangkalan Bun. Untuk menuju Desa Kumpai Batu Atas, ada baiknya wisatawan menggunakan kendaraan pribadi karena tak ada angkutan umum.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved