Bumi Sanggam

Kesbangpol Balangan Sosialisasi Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017, Ini Harapan Bupati Ansharuddin

Jelang pelaksanaan pemilu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Balangan gelar sosialisasi undang-undang nomor 7 tahun 2017

Kesbangpol Balangan Sosialisasi Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017, Ini Harapan Bupati Ansharuddin
istimewa/humas pemkab balangan
suasana sosialisasi undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum di Aula Benteng Tundakan, Sekretariat Daerah Balangan Rabu, 21 Februari 2018. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Jelang pelaksanaan pemilu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Balangan gelar sosialisasi undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum di Aula Benteng Tundakan, Sekretariat Daerah Balangan Rabu, 21 Februari 2018.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Balangan H Ansharuddin menyampaikan sambutan di hadapan para peserta yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Akhmad Fauzi.

Dikatakannya, bahwa pemilu merupakan agenda yang rutin dilaksanakan oleh negara kita.

Bahkan, sejak bergulirnya era reformasi, hampir tiap-tiap daerah di indonesia melaksanakan pemilihan kepala daerah.

Namun demikian, tidak kita pungkiri bahwa partisipasi masyarakat dalam pemilu masih saja membuat kita prihatin.

Tentunya, partisipasi bukanlah semata-mata mengenai hak politik warga negara, melainkan juga mengenai kepedulian warga negara terhadap demokratisasi yang kita kembangkan sebagai salah satu jalan penting menuju kesejahteraan dan kemajuan bangsa.

"Perlu saya ingatkan, bahwa hak politik warga negara dalam pemilu bukanlah hanya memberikan suara, melainkan juga, yang tidak kalah penting adalah dalam hal pengawasan pemilu," ujarnya.

Kurangnya partisipasi masyarakat itu dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya informasi yang terkait dengan pemilu, kurangnya perhatian dan respon masyarakat terhadap aneka ragam informasi yang ada, atau bahkan yang sangat memprihatinkan adalah sikap apatis alias tidak mau tahu terhadap proses demokrasi yang dilaksanakan dan sebenarnya untuk kepentingan masyarakat itu sendiri.

Sesungguhnyalah, faktor-faktor yang disebutkan di atas adalah saling berkaitan satu sama lain.

Faktor yang satu bisa memicu atau menyebabkan terjadinya faktor yang lain, sehingga semuanya saling jalin menjadi lingkaran setan yang tidak lagi diketahui di mana titik awalnya.

"Namun sebagaimana kita pahami dan gunakan prinsipnya di banyak bidang yang lain, tidak terkecuali yang kita anut dalam pembangunan kabupaten balangan, bahwa faktor terpenting dari segala bidang pembangunan adalah manusianya," katanya.

Sehingga, dalam hal ini, yang harus kita bangun pertama kali adalah pengetahuan dan kesadaran warga negara akan hak-hak politiknya, serta kesadaran untuk berpartisipasi dalam demokratisasi untuk negeri ini.

"Maka sangat tepat, dan saya menilai sangat positif, atas diselenggarakannya sosialisasi mengenai hal-hal terkait pemilu seperti ini. Tentunya, dengan pengetahuan dan pemahaman yang benar, masyarakat kita dapat terhindar dari pemikiran-pemikiran yang kadangkala menyesatkan, yang sengaja dihembuskan oleh kalangan atau oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab serta tidak ingin masyarakat kita matang dan dewasa dalam berdemokrasi," katanya.

Oleh sebab itu, setelah mengikuti kegiatan ini, saya harap saudara sekalian benar-benar memahami arti pentingnya pemilu yang sesungguhnya.

"Dan saya minta kita dapat menjadi perpanjangan tangan negara untuk memberikan informasi, sosialisasi dan penjelasan tentang hal tersebut kepada sanak famili, kawan dan masyarakat sekitar tempat tinggal maupun tempat aktivitas masing-masing, sesuai peran dan kemampuan yang dimiliki," pungkasnya .(*/aol)

Penulis: Elhami
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved