Berita Tapin

Subrin Vs Ratusan Ekor Burung Pipit, Ternyata Begini Awal Kisahnya

Menggunakan katapel dan kelereng sebagai peluru, itulah peralatan yang digunakan Subrin untuk

Subrin Vs Ratusan Ekor Burung Pipit, Ternyata Begini Awal Kisahnya
Ibrahim
Subrin mengatapel burung pipit. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Adalah Subrin (49) punya pekerjaan unik yang jarang dilakukan orang.

Menggunakan katapel dan kelereng sebagai peluru, itulah peralatan yang digunakan Subrin untuk pekerjaannya itu.

menghalau burung pipit yang memakan padi menguning di areal persawahan di Desa SabahKecamatan BungurKabupaten Tapin.

Pantauan BPost di lokasi, Sabtu (24/2/2018), Subrin berada di tengah persawahan yang luasnya satu hektare.

Baca: Wah 4 Tahun Bersama Luna Maya, Reino Barack Bongkar Sifat Asli Kekasihnya

Baca: Hidup Serba Mewah, Nia Ramadhani Pun Buka-bukaan Soal Uang Belanja dari Suami

Baca: Ini Satu-Satunya Peserta Hijab di Miss Indonesia 2018, Oh Cantiknya Raudha Kasmir

Dia menarik orang-orangan untuk mengusir burung pipit yang memakan padi.

Tak mempan menghalau dengan orang-orangan, Subrin mengeluarkan senjata berikutnya yaitu ketapel yang pelurunya batu sebesar kelereng.

Sesekali Subrin menjatuhkan peluru ketapel secara sporadis ke areal padi yang menguning untuk mengusir burung pipit tersebut.

Menurut pria 49 tahun ini, kalau padi tersebut tidak dijaga, maka bisa gagal panen karena padinya habis dimakan burung.

"Jumlah burung yang datang tidak cuma satu dua burung, mereka datang secara bergerombol, satu kelompok burung itu antara 10 hingga 100 ekor," jelas Subrin.

Sawah menguning itu milik dinas pertanian Tapin, sedangkan Subrin digaji untuk menghalau burung pipit oleh dinas tersebut. (BANJARMASINPOST.co.id/ibrahim ashabirin)

Penulis: Ibrahim Ashabirin
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help