Menguak Tradisi Jalan Liuk Balangan

Begini Cara Tradisi Jalan Liuk Digelar, Pada Malam Hari Pengentin Berjalan Meliuk-liuk

Pelestari tradisi ini, Ahmad Kusasi menjelaskan tata cara pelaksanaan tradisi ini adalah dengan arakan pengantin

Begini Cara Tradisi Jalan Liuk Digelar, Pada Malam Hari Pengentin Berjalan Meliuk-liuk
elhami
Jalan Liuk, Tradisi Turun Temurun Masyarakat Balangan yang Hanya Ada di Pesta Perkawinan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Tradisi Jalan Liuk di Kabupaten Balangan biasanya digelar pada waktu malam hari.

Pelestari tradisi ini, Ahmad Kusasi menjelaskan tata cara pelaksanaan tradisi ini adalah dengan arakan pengantin pada waktu malam setelah resepsi perkawinan.

Adapun arakan ini melewati jalan yang berliku-liku seperti labirin, dibatasi dengan tali dan bertemu ditengah-tengah liukan yang sudah disiapkan kursi dan meja untuk mempelai pengantin.

Jalan Liuk, Tradisi Turun Temurun Masyarakat Balangan yang Hanya Ada di Pesta Perkawinan
Jalan Liuk, Tradisi Turun Temurun Masyarakat Balangan yang Hanya Ada di Pesta Perkawinan (elhami)

"Adapun pengantin dibawa oleh badut yang jumlahnya ganjil 1 atau 3 ,1 badut bertugas sebagai pemecah bunga atau pembawa jalan, dan badut 2 bertugas sebagai pengawal atau khadam pengantin dari laki-laki dan perempuan," jelasnya.

Tradisi ini dihibur dengan iringan musik tradisi ayakan saron, babon dan agong.(Banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved