Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

Gelapkan Piutang di Gudang Popok Bayi, Pria Ini Terancam Lima Tahun Penjara

tersangka diketahui diduga melakukan pemalsuan faktur pertama kali pada 15 Desember 2017. Perbuatan itu terus dilakukannya hingga 14 kali

Gelapkan Piutang di Gudang Popok Bayi, Pria Ini Terancam Lima Tahun Penjara
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Barang bukti faktur fiktif 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Ingin mendapatkan uang banyak, tapi berbuat curang. Itu yang dilakukan Abdurahman(29).

Sales di PT Cahaya Makmur Prima Sejahtera Barabai ini, distributor popok bayi itu dilaporkan pihak perusahaan ke Polres HST, atas dugaan penggelapan.

Modusnya, memalsukan piutang di 14 lembar faktur fiktif.

Baca: Hasil Akhir Mitra Kukar Vs PSIS Semarang- Skor 3-1, Aldaier Beri Hadiah Hiburan di Menit Akhir

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, melalui Humas Poles HST Bripka M Husaini, Minggu (25/2/2018) menjelaskan, atas dugaan itu, ADR jerat pasal 374 Jo 372 KUH Pidana tentang Penggelapan dalam jabatan. Dia terancam dipidana penjara maksimal lima tahun.

Dijelaskan, tersangka diketahui diduga melakukan pemalsuan faktur pertama kali pada 15 Desember 2017. Perbuatan itu terus dilakukannya hingga 14 kali, sampai 23 Januari 2018.

Baca: LIVE STREAMING Arema FC Vs Pusamania Borneo FC Malam Ini - 5 Link Live Streaming MNC TV di Sini

Abdurahman ketahuan melakukan pemalsuan itu setelah tim audit melakukan pemeriksaan yang akhirnya menemukan adanya penyelewengan dengan memalsukan faktur atau membuat faktur fiktif.

Setelah ketahuan, pihak perusahaan kemudian melaporkan ke Polres HST Februari 2018 dan menuntut agar tersangka diproses sesuai hukum yang berlaku.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Manchester United (MU) vs Chelsea di RCTI Liga Inggris Pekan 28 : Optimis!

Baca: Jadwal Siaran Langsung Arsenal vs Manchester City Final Piala Liga Inggris (Carabao Cup) 2018

“Tersangka merupakan sales di perusahaan yang berkantor di Jalan Bintara, Kelurahan Barabai Timur, Hulu Sungai Tengah. Dia adalah warga Jalan Penas Tani RT 001 Desa Bakti kecamatan Batubenawa, HST,”jelas Husaini.

Akibat perbuatan tersangka, total kerugian pihak perusahaan, jelas Husaini Rp. 82.905.837.

Tersangka sendiri, kata dia melakukan hal tersebut karena tergiur mendapatkan uang yang lebih banyak dari gajinya sebagai sales.

Dia ketagihan setelah kecurangan pertamanya berhasil, hingga bisa memalsukan sampai 14 lembar faktor fiktif. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help