Travel Kotabaru

Wow! Tradisi Suku Bajau Bangkit, Berjalan dan Tidur di Atas Seutas Tali

Diusianya lebih setengah abad Galib, warga Desa Rampa, ini tidak cuma masih piawai melakukan atraksi ini

Wow! Tradisi Suku Bajau Bangkit, Berjalan dan Tidur di Atas Seutas Tali
helriansyah
Galib (53), saatmeniti tali hanya berukuran 12 milineter. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Bagi Galib (53), usia boleh tua. Namun dalam kepiawaian meniti tali hanya berukuran 12 milineter tidak pernah surut. Bahkan, ia bisa melebihi kepiawaian yang dimiliki anak berusia jauh berbanding dari usianya.

Diusianya lebih setengah abad Galib, warga Desa Rampa, Kabupaten Kotabaru ini tidak cuma masih piawai melakukan atraksi titi tali salah satu kesenian menjadikan budaya tradisi Suku Bajau.

Baca: Deklarasi Prabowo Capres 2019, DPP Gerindra Banten Lakukan Ini untuk Pertama Kalinya

Namun tradisi budaya turun temurun ini, ternyata sangat dikuasai. Selain meniti di atas tali, Galib juga mampu berbaring di atas tali berukuran tidak lebih dari jempol jari tangan orang dewasa.

Untuk bisa melakukan atraksi dalam durasi waktu lumayan lama, Galib tidak memerlukan ritual khusus. Tapi, hanya konstentrasi dan keseimbangan tubuh. Sembari diiringi alat musik berupa agung, kenong dan babun.

Kendati sederhana, bunyi-bunyian dari alat yang ditabuh pemainnya seakan menambah konsentrasi ketika atraksi meniti di tali berlangsung.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Pekan 28 Malam Ini MU vs Chelsea di RCTI dan Beinsport1

Tidak sembarang orang bisa melakukan atraksi ini. Untuk bisa melakukan atraksi titi tali ala Suku Bajau ini bukan saja diperlukan kesabaran, latihan yang rutin. Tapi keseimbangan tubuh menjadi modal utama dalam atraksi itu.

Inilah sedikit gambaran salah satu kesenian budaya tradisi warga Suku Bajau, Desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru. Kesenian ini sempat lama pakum, kini kembali digairahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotabaru.

Ketika ada event besar, tradisi ini selalu ditampilkan. Kehadiran tradisi titi tali bukan cuma pelengkap, tapi mampu menyedot perhatian masyarakat yang takjub melihat kepiawaian itu.

Pada, Minggu (24/2/2018) malam, suasana objek wisata kota Siringlaut dijejali masyarakat. Mereka enggan beranjak dari tempat sebelum acara titi tali berakhir.

Bukti kesenian budaya suku Bajau masih sangat diminati. Tampak ratusan orang pengunjung wisata kota dibuat terpukau selama pagelaran atraksi berlangsung.

Bahkan suara riuh tepuk tangan pengunjung seolah menambah kemeriahan. Mulai dari anak, remaja hingga orang tua.

Galib menuturkan, kepiawaian meniti di tali membuatnya terbiasa walaupun jarang melakukan latihan. Itu didapatkan Galib, saat ia berusia 15 tahun.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved