Berita Hulu Sungai Tengah

Dewan Usulkan Pangkas Proyek Besar Pembangunan Fisik, Alihkan Langsung ke Sektor Ini

DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah meminta agar Pemkab HST melakukan pemangkasan terhadap proyek pembangunan

Dewan Usulkan Pangkas Proyek Besar Pembangunan Fisik, Alihkan Langsung ke Sektor Ini
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
RS H Damanhuri Barabai sedang melayani pasien cuci darah di ruang hemodialisa 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah meminta agar Pemkab HST melakukan pemangkasan terhadap proyek pembangunan dengan dana cukup besar.

Pemamgkasan tersebut, untuk dialihkan sebagian anggarannya ke sektor pelayanan publik. Khusus untuk proyek pembangunan gedung berlantai empat untuk ruang IGD, Apotek dll, bahkan disarankan agar ditunda, pelaksanaannya selama APBD HST 2018 masih defisit.

Ketua DPRD HST H Saban Effendi, Senin (26/2/2018) mengatakan, usulan tersebut disampaikan anggota DPRD saat rapat internal dewan membahas perkembangan pembangunan di HST.

Dijelaskan, saat ini, untuk proyek dengan anggaran cukup besar yang diaggarakan APBD 2018, selain proyek membangun gedung rumah sakit, juga proyek pembangunan trotoar dengan dana Rp 60 miliar, serta pembangunan jalan.

Baca: Jadwal Siaran Langsung MotoGP 2018 di Trans7 - Ini yang Diwaspadai Andrea Dovizioso

Proyek tersebut sampai sekarang belum dilaksanakan. “Kami bukannya hendak menghalangi pembangunan fisik. Bagaimanapun pembangunan fisik itu juga penting, mendukung peningkatan infrastruktur daerah. Tapi jika ada hal penting yang lebih prioritas, sebaiknya ditunda dulu, atau dilaksanakan secara bertahap,”kata Saban.

Dicontohkan, di RS Damanhuri Barabai, saat ini masyarakat lebih berharap pemerintah daerah melengkapi pengadaan dokter spesialis agar tak lagi berobat ke rumah sakit lain. Seperti spesialis THT, Mata, Jantung, Paru.

Untuk itu diperlukan dukungan anggaran tunjangan untuk mengontrak dokter spesialis. “Sebab percuma saja gedungnya bagus dan megah. Tapi tak bisa maksimal melayani masyarakat, karena masyarakat harus berobat ke daerah lain,” kata Saban.

Selain itu, jelas dia ada kewajiban lain yang harus diselesaikan, seperti membayar tunggakan tagihan rumah sakit atas utang klaim Jamkesda Rp 4 miliar lebih.

Baca: Cewek-cewek Ini Disebut Ladies Rantangan, Tarifnya Rp 150.000 Per Jam

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved