Berita Internasional

Duh, Sejumlah Perempuan Ungkapkan Alami Pelecehan Seksual Ketika Berhaji, Ini Tanggapan Arab Saudi

Diperkirakan dua juta orang menjalankan ibadah haji setiap tahun, sehingga menyebabkan kerumunan sangat besar di tanah suci.

Duh, Sejumlah Perempuan Ungkapkan Alami Pelecehan Seksual Ketika Berhaji, Ini Tanggapan Arab Saudi
AP PHOTO / MOSA'AB ELSHAMY
Umat Islam melakukan tawaf atau berjalan mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram, kota suci Mekah, Saudi Arabia, 20 September 2015. Tawaf dilakukan sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kejadian tak pantas dialami sejumlah perempaun saat melakukan ibadah haji. Perempuan Muslim di berbagai negara menggunakan tagar #MosqueMeToo berbagi pengalaman mereka mendapatkan pelecehan seksual ketika melakukan ibadah haji dan ibadah lainnya.

Dilansir dari BBC.com, Minggu (25/2/2018),  Feminis Amerika-Mesir dan juga wartawan Mona Eltahawy pertama kali menggunakan tagar tersebut untuk mendukung pengalaman seorang perempuan Pakistan yang menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya.

Melalui akun Facebooknya Sabica Khan dari Pakistan mendapatkan pelecehan seksual ketika melakukan tawaf, salah satu rukun haji atau umrah dengan mengelilingi Kabah selama tujuh kali.

"Ketika melakukan tawaf keliling kabah setelah salat isya, sesuatu yang aneh terjadi," tulis Sabica, "Saya merasakan sebuah tangan di pinggang saya. Saya pikir itu tak disengaja. Saya benar-benar mengabaikannya".

Baca: Samsung Galaxy S9 dan S9 Plus Resmi Meluncur, Ini Fitur Terbaru dan Kelebihannya

Berpikir bahwa itu tindakan yang tidak disengaja Sabica terus melangkah untuk menyelesaikan tawafnya. Namun ketika mencapai putaran keenam, dia merasakannya lagi.

Namun ketika sampai di rukun Yamani (salah satu sudut Kabah) seseorang berupaya merabanya.

"Saya memutuskan untuk berhenti di sana. Meraih tangannnya dan menghempaskannya, saya tak dapat berbalik, saya benar-benar ketakutan," tulisnya.

Saat itu masjid dipenuhi oleh para jemaah yang melakukan tawaf, sehingga Sabica tidak dapat melihat siapa orang yang melakukan pelecehan seksual.

"Sangat menyedihkan ketika Anda tidak merasa aman berada di tempat suci. Saya telah dilecehkan, tidak sekali, bukan dua kali, tapi tiga kali. Seluruh pengalaman saya selama berada di tempat suci dibayangi dengan insiden yang mengerikan."

Halaman
1234
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help