Seputar Kalteng

BNN Kalteng Gagalkan Peredaran 2,5 Ons Sabu Jaringan Kaltim-Jatim

Petugas Badan Narkotika Nasional ( BNN) Kalimantan Tengah, berhasil menggagalkan peredaran sebanyak 2,5 ons sabu kiriman

BNN Kalteng Gagalkan Peredaran 2,5 Ons Sabu Jaringan Kaltim-Jatim
Tribun Kalteng/Fathurahman
Pelaku (bertopeng) saat diamankan petugas BNN Kalteng. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Petugas Badan Narkotika Nasional ( BNN) Kalimantan Tengah, berhasil menggagalkan peredaran sebanyak 2,5 ons sabu kiriman dari Mojokerto, Jawa Timur.

Sabu yang dikirim oleh seorang bandar di Jatim, untuk seorang pengedar sekaligus kurir di Palangkaraya berinisial MT (32) warga yang tinggal di Barak Jalan Salampak Umar, No 2 RT01, RW13 Kelurahan Panarung Kecamatan Pahandut, Palangkaraya.

Tersangka ditangkap pada, Sabtu (17/2/2018) yang sebelumnya dibuntuti petugas saat mengambil satu bungkusan atau paket kiriman di salah satu jasa ekspedisi di Palangkaraya yang didalamnya terdapat pakaian yang didalamnya ternyata ada narkoba berupa sabu seberat 2,5 ons.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Global Cebu FC vs Bali United Piala AFC (AFC Cup) 2018 Hari Ini : Poin Wajib!

Kepala BNN Kalteng, Brigjen Pol Lilik Heri Selasa (27/2/2018) mengungkapkan, pihaknya menangkap tersangka MT, di dalam baraknya saat meracik sabu menjadi paket kecil untuk diedarkan.

"Dia kami tangkap saat ingin menjual paket sabu, di dalam baraknya, yang saat itu, sabu dibungkus kecil kecil untuk dijual, kami tangkap sehingga dia tidak bisa berkutik, ketika ditangkap petugas," ujarnya.

Baca: Esok Terakhir Registrasi Ulang Kartu SIM, Jika Tetap Gagal, Lakukan Langkah Ini

Barang bukti yang diamankan diantaranya, sabu 2,5 ins, telepon selular, satu timbangan digital, kardus dari ekspedisi tiki, dan plastik bekas sabu."Semua kami amankan termasuk pelakunya juga, saat ini diamankan di BNN Kalteng, ancaman lima tahun penjara,"ujar Lilik.

Sementara itu, tersangka MT, saat ditanya terkait kenal dengan pemasok sabu dari Jawa Timur, mengaku, pemasok yang saat ini buron polisi, kenal denganya saat satu penjara di Lapas Palangkaraya."Saya cuma ingin menjualkan saja, untuk menjual 2,5 ons dapat Rp6 juta,"ujarnya.

Penulis: Fathurahman
Editor: Murhan
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved