Berita Tanahlaut

Ini Penjelasan Kenapa MTs Mujahidin di Takisung Ditutup

Pondok Pesantren Mujahidin di Desa Banualawas, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut, berdiri sejak 1991

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pondok Pesantren Mujahidin di Desa Banualawas, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut, berdiri sejak 1991 lalu hingga kini masih eksis mencerdaskan anak bangsa dalam bidang pendidikan agama Islam.

Yayasan Pondok Pesantren Mujahidin, sekitar 2005 lalu, sempat memadukan pendidikan diniyah atau kurikulum pembelajaran kitab dengan kurikulum Kementerian Agama.

Belakangan, Yayasan Pondok Pesantren Mujahidin menutup pendidikan berbasis kurikulum Kementerian Agama.

Baca: Esok Terakhir Registrasi Ulang Kartu SIM, Jika Tetap Gagal, Lakukan Langkah Ini

Alasannya ingin mengembalikan niat dan tujuan awal pendirian Pondok Pesantren Mujahidin.

Umar Sazali, pegawai negeri di Kementerian Agama Kabupaten Tanahlaut yang pernah dititipkan selaku kepala Mts Mujahidin, kala itu membenarkan alasan yayasan.

"Yayasan ingin kembali kepada tujuan awal berdirinya Pondok Pesantren untuk konsentrasi pendidikan salafiyaj murni tanpa dicampur dengan kurikulum sekolah pada umumnya," katanya.

Menurut Umar Sazali, ditutupnya MTs Mujahidin supaya ada pilihan bagi orangtua santri.

Baca: Ditawari Bayaran Berhubungan Intim oleh Pelanggan Perempuan, Febri Menolak Karena Alasan Ini

Ini diharapkan lulusan Pondok Pesantren Mujahidin dapat melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, seperti ke Pondok Pesantren Datuk Kelampayan di Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur atau ke Pondok Darul Mustafa Tarim, Hadramaut, Yaman.

"Dulunya saya sebagai kepala MTs Mujahidin. Santrinya 160 orang belum termasuk santri putri. Setelah MTs ditutup, saya ditarik Kementerian Agama," kata Umar Sazali, dihubungi, Selasa (27/2/2018).

Baca: Ini Gambar yang Paling Disukai Kaum Hawa dan Bagian Terlarang yang Sering Ditato

Sementara, Kepala Seksi Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah pada Kementerian Agama Kabupaten Tanahlaut, H Awang Fathuddin dikonfirmasi membenarkan penutup MTs di Pondok Pesantren Mujahidin sekitar 2013 lalu.

"Kami tidak dapat mencegah kalau penutupan itu keinginan pihak Yayasan. Di sekitar pondok pesantren itu juga ada sekolah umum tidak jaub lokasonya sehingga ditutup pun tidak membuat pendidikan terlantar," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id /Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help