Berita HSS

Mengharukan, Foto Saufi Siswa MAN 3 HSS Pakai Baju Sekolah Jualan Pentol Viral di FB, Ini Katanya

Pentol dan gerobak yang dibawanya bukan miliknya. Dia hanya menjualkan milik orang lain dengan mendapatkan bagi hasil.

Mengharukan, Foto Saufi Siswa MAN 3 HSS Pakai Baju Sekolah Jualan Pentol Viral di FB, Ini Katanya
HO/Polsek Daha Utara
Kapolsek Dahut bersama Saufi, siswa di Daha yang sekolah sambil jualan pentol 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Muhammad Saufi, Siswa MAN 3 Hulu Sungai Selatan (HSS) yang berjualan pentol dengan menggunakan seragam sekolah, menjadi viral di media sosial.

Setelah di upload oleh Kapolsek Daha Utara IPTU Hilmi Wansyah di FB, sudah mendapat ribuan emogi, ribuan komentar dan ratusan kali dibagikan.

Setelah diupload Senin, (26/2) sore hingga Selasa, (27/2) pagi sudah ada 19.742 emogi, 3.345 komentar dan 999 dibagikan di laman FB Habar Banua.

Siswa kelas XII MAN 3 Hulu Sungai Selatan (HSS) jurusan IPA cukup cerdas. Terbukti dia masuk peringkat tujuh besar di kelasnya.

Baca: Sekolah Sambil Dorong Gerobak Pentol, Ribuan Komentar di FB Dukung Saufi Masuk Polisi

Disaat teman temannya bisa fokus belajar dan meminta uang sekolah dan uang jajan dari orangtuanya, Saufi harus belajar sambil bekerja berjualan pentol untuk mengumpulkan uang biaya sekolah dan hidup sehari hari dirinya dan tiga adik adiknya.

Siswa yang beralamatkan di Jalan Tambak Bitin Kecamatan Daha Utara HSS ini mengaku sudah berjualan pentol sambil sekolah sekitar empat tahun lamanya.

"Berjualan sejak kelas 2 MTsN hingga sekarang kelas XII MAN 3 HSS Daha Utara," katanya, Selasa, (27/2) melalui ponselnya.

Pentol dan gerobak yang dibawanya bukan miliknya. Dia hanya menjualkan milik orang lain dengan mendapatkan bagi hasil.

Baca: Esok Terakhir Registrasi Ulang Kartu SIM, Jika Tetap Gagal, Lakukan Langkah Ini

"Untungnya tidak menentu. Dalam sehari bisa mendapatkan Rp 40 sampai Rp 50 ribu. Dengan hasil itu harus cukup untuk makan dan biaya sekolah. Kalau ada lebih ditabung untuk keperluan lainnya," lanjutnya.
Biaya sekolah tidak hanya dirinya, melainkan juga dua adiknya yang duduk di sekolah dasar.

Dia merasa bangga bisa berusaha sambil sekolah. Tidak merasa malu harus berjualan pentol saat pergi ke sekolah menggunakan seragam sekolah.

"Harus terus semangat menuntut ilmu. Jangan menyerah, namun harus berusaha untuk mengejar cita cita menjadi polisi," tambahnya. (*)

Penulis: Anjar Wulandari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved