BFokus Banua Anam

Banyak Pembeli Ikan Sungai, Jamal Tak Peduli Perbuatannya Melanggar Hukum, Akhirnya Begini

DARI sekian tahanan Polres Hulu Sungai Utara (HSU), ada Jamal (34) warga Desa Mantaas Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU)

Banyak Pembeli Ikan Sungai, Jamal Tak Peduli Perbuatannya Melanggar Hukum, Akhirnya Begini
BPost Cetak
bpost cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - DARI sekian tahanan Polres Hulu Sungai Utara (HSU), ada Jamal (34) warga Desa Mantaas Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HST).

Dia harus menghadapi proses hukum atas kasus dugaan penyetruman ikan di Desa Sungai Durait Tengah Kecamatan Babirik, HSU, beberapa waktu lalu.

Jamal bersama beberapa rekannya menyetrum ikan di daerah rawa yang berbatasan dengan Kabupaten HST itu.

Baca: Kisah Mistis Putri Junjung Buih, Warga Dapat Udang Besar Lalu Terjadi Kebakaran Hebat di Nagara

Namun mereka tepergok anggota Polsek Babirik dan kelompok masyarakat masyarakat pengawas (pokmaswas).

Temannya kabur, Jamal tertangkap.

Jamal mengaku menyetrum ikan sungai karena banyak pembeli yang berminat.

Baca: Cinta Terlarang Soekarno dan Inggit, Kebesaran Hati Seorang Wanita, Begini Drama Percintaannya

“Yang membeli suka ikan yang alami tanpa mengandung kimia seperti ikan budi daya,” ujar Jamal yang sering mendapatkan ikan sepat.

Selain itu, lanjut Jamal yang sempat terluka dan dilarikan ke puskesmas, harga ikan sungai juga lebih tinggi.

Baca: Selingkuh, Istri Marah saat Suami Pingsan Alat Vitalnya Dipotong Kemudian Dibuang ke Toilet

Kasat Reskrim Polres HSU, AKP Jumangin, menyebut, alat setrum yang digunakan memiliki tegangan tinggi.

“Sangat membahayakan. Kalau terkena manusia dapat membahayakan nyawa,” ucap kasat.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help