Berita Kotabaru

Dirut PDAM Kotabaru Sebut 5.000 Pelanggan Akan Terganggu Akibat DAM Swadaya

Kecemasan kembali menggelayuti Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah. Itu menyusul krisis suplai air baku

Dirut PDAM Kotabaru Sebut 5.000 Pelanggan Akan Terganggu Akibat DAM Swadaya
istimewa
DAM swadaya menutup sungai berakibat suplai air baku PDAM terganggu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kecemasan kembali menggelayuti Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah. Itu menyusul krisis suplai air baku dari Mandin ke instalasi pengolahan air (IPA) Gunung Relly yang kini mulai terganggu pendistribusiannya.

Kecemasan Ipansyah disebabkan terganggunya suplai air baku Mandin, mengancam ketidak optimalan distribusi air bersih ke pelanggan di wilayah Kelurahan Kotabaru Tengah dan sekitarnya yang berjumlah sekitar 5.000 pelanggan.

Menurut Ipansyah, tidak maksimal distribusi air ke pelanggan. Akibat adanya bangunan DAM permanen milik warga (swadaya) yang menutup aliran sungai Mandin.

Baca: Hari Ini Terakhir Pendaftaran, Ingat, 1 Mei Belum Registrasi Kartu SIM Prabayar, Blokir Total

Berpengaruh terhadap air baku yang masuk ke DAM/intake PDAM. Karena debit air yang masuk terlalu kecil.

Sebelumnya diketahui, pembangunan DAM milik warga tersebut pernah dipersoalkan. Bahkan oleh instansi terkait, Dinas Ciptakarya dan Tata Ruang sudah melarang.

Baca: Hasil Babak Pertama Persija Vs Tampines Rovers - Skor 2-0, Super Simic dan Bule, Mantap!

Karena bila bangunan DAM masyarakat diteruskan pekerjaan, berdampak pada suplai air baku PDAM. Selain bangunan DAM tersebut berada dalam kawasan hutan lindung.

Namun setelah dicek ke lapangan, kata Ipansyah, pembangunan DAM permanen dilanjutkan sampai selesai hingga menutup badan sungai.

"Saat ini masih diupayakan penanganannya oleh instansi terkait. Semoga saja DAM tersebut segera ditertibkan dan dibongkar agar sungai tetap mengalir normal. Kita lihat nanti bagaimana hasil keputusannya," tandas Ipansyah.
(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help