BFokus Banua Anam

Ini Pengakuan Seorang Penyetrum Ikan di Desa Mantaas

SATU alasan klasik disampaikan SR, pelaku penyetrum di Desa Mantaas Kecamatan Labuanamas Utara, HST.

Ini Pengakuan Seorang Penyetrum Ikan di Desa Mantaas
BPost Cetak
bpost cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - SATU alasan klasik disampaikan SR, pelaku penyetrum di Desa Mantaas Kecamatan Labuanamas Utara, HST.

Dia mengaku terpaksa menangkap ikan secara ilegal.

“Saya punya banyak anak yang harus dihidupi. Mencari pekerjaan lain, tak punya keahlian, karena tak sekolah. Kalau mengandalkan alat tangkap tradisional hasilnya tak bisa mencukupi kebutuhan hidup,” tutur dia kepada BPost beberapa waktu lalu.

Baca: Selingkuh, Istri Marah saat Suami Pingsan Alat Vitalnya Dipotong Kemudian Dibuang ke Toilet

Baca: Dua Warga Indonesia Ini Nekat Melayat ke India, Ternyata Ada Hubungan Khusus dengan Sridevi

Baca: Air Pusaran Putri Junjung Buih Dipercaya Baik Bagi Pengantin Baru, Dimandikan Usai Salat Magrib

SR mengakui pekerjaannya tersebut berisiko tinggi.

Dia pernah nyaris tertangkap polisi perairan yang sedang berpatroli, namun berhasil menyelamatkan diri.

Dia menyelam ke dalam air lalu muncul di tempat yang aman.

“Sebenarnya, kalau ada pekerjaan lain yang bisa untuk menghidupi keluarga, saya juga tak mau melakukan ini. Sebab nyawa taruhannya. Paling tidak penjara,” ucap SR.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved