Menyusuri Jejak Kerajaan Nagara Daha

Misteri Kerajaan Nagara Daha, Namanya Tenar Tapi Kerajaannya Seperti Ditelan Bumi

Berdasarkan cerita dari berbagai sumber, Kerajaan Nagara Daha merupakan pendahulu sebelum kesultanan Banjar.

Misteri Kerajaan Nagara Daha, Namanya Tenar Tapi Kerajaannya Seperti Ditelan Bumi
dokumen
Suasana kota Nagara jaman dulu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Wilayah Nagara yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tidak terlepas dari cerita kisah kerajaan jamdahulu, seperti Kerajaan Nagara Daha.

Saat ini, wilayah Nagara terbagi menjadi tiga kecamatan yakni Kecamatan Daha Selatan, Daha Utara dan Daha Barat.

Berdasarkan cerita dari berbagai sumber, Kerajaan Nagara Daha merupakan pendahulu sebelum kesultanan Banjar.

Baca: Jadwal Piala AFC 2018- Persija Jakarta vs Tampines Rovers, Riko: Siap Ambil Poin Penuh!

Baca: Aktor DA Ini Marah-marah, Sekap Pasutri di Gudang Lalu Menganiaya dan Ancam akan Membunuh

Baca: Telat 10 Menit, Dokter Tolak Periksa, Gadis Kecil Ini Pun Menghembuskan Nafas Terakhirnya

Baca: Mungkinkah Sridevi Dibunuh? Tewas karena Tenggelam, Polisi Larang Suaminya Tinggalkan Dubai

Pusat pemerintahan kerajaan Nagara Daha berada di Muara Hulak yang saat ini dikenal sebagai Kecamatan Daha Selatan.

Kerajaan Negara Daha merupakan kelanjutan dari kisah kerajaan Nagara Dipa yang saat itu pusat pemerintahannya di Kuripan yang saat ini dikenal sebagai kota Amuntai.

Kerajaan Nagara Daha termasuk kerajaan yang penuh misteri, keberadaannya seperti ditelan bumi karena tidak ada peninggalan yang nyata.

Menyusuri jejak kerajaan Nagara Daha saat ini memang tidak ada bukti sejarah yang tersisa, seperti bentuk kerajaan atau lokasi peninggalannya ada di wilayah mana.

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan HSS Sri Wiyono mengatakan sejauh ini pihaknya belum mempunyai bukti nyata sejarah kerajaan Nagara Daha selain dari sumber cerita.

Namun dikatakannya bahwa pernah dari Balai Arkeolog Banjarbaru yang pernah melakukan penelitian di wilayah Nagara sekitar 2011.

"Pernah ditemukan pecahan-pecahan keramik di wilayah Desa Bejayau Kecamatan Daha Barat," katanya, kemarin.

Camat Daha Barat Kusairi mengatakan kisah kerajaan Nagara Daha dapat dilihat dibuku sejarah orang Banjar.

Dia yang pernah membaca buku itu mengatakan Kerajaan Daha itu merupakan lanjutan dari Kerajaan Negara Dipa di Amuntai.

Raja pertama Kerajaan Nagara Daha adalah Ratu Kalungsu yang merupakan cucu dari Ratu Junjung Buih dan Pangeran Suryanata pendiri Kerajaan Nagara Dipa.

Raja terakhir Kerajaan Daha adalah Raden Samudera yang kemudian memindahkan Kerajaannya ke Kuin Banjarmasin dan masuk Islam dengan nama Sultan Suryansyah.(aprianto/banjarmasinpost.co.id)

"Saat ini sulit mencari sumber yang mengetahui secara persis cerita kerajaan Daha. Ceritanya bisa dicari hanya lewat baca buku sejarah orang Banjar," katanya (Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved