BFokus Banua Anam

Penyetruman Ikan, Hasilnya Menggiurkan, Nyawa atau Penjara Taruhannya

SUATU hari di pertengahan tahun 2017, seorang ibu yang menggendong bayi datang ke Kantor Dinas Perikanan

Penyetruman Ikan, Hasilnya Menggiurkan, Nyawa atau Penjara Taruhannya
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - SUATU hari di pertengahan tahun 2017, seorang ibu yang menggendong bayi datang ke Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) di Barabai.

Dia menangis sembari meminta agar suaminya jangan sampai dipenjarakan.

Soalnya hanya sang suami yang bisa mencari nafkah bagi keluarga.

Baca: Selingkuh, Istri Marah saat Suami Pingsan Alat Vitalnya Dipotong Kemudian Dibuang ke Toilet

Baca: Dua Warga Indonesia Ini Nekat Melayat ke India, Ternyata Ada Hubungan Khusus dengan Sridevi

Baca: Terungkap Kisah Asmara Sridevi, dari Skandal Perselingkuhan Hingga Tudingan Pelakor

Dilema pun sempat menyergap kalbu Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan HST, Sunarwiwarni.

Di satu sisi dia merasa kasihan.

Di bagian lain, apa pun alasannya, menyetrum ikan dengan cara menyetrum, tak bisa dibenarkan.

“Dia bilang, kalau suaminya pakai alat tangkap tradisional, paling banyak sehari dapat dua sampai tiga kilogram ikan. Nah kalau pakai alat setrum, bisa mendapat penghasilan sampai Rp 1 juta. Kami jelaskan dan tegaskan bahwa itu melanggar undang-undang negara,” cerita Wiwarni kepada BPost.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved