Berita Banjarmasin

Ini Alasan KSOP Banjarmasin Larang Kapal Elpiji Bongkar di Aluh-Aluh sehingga Terjadi Kelangkaan

Kapal angkut Elpiji yang tadinya harus bersandar di Aluh aluh kini hanya dibolehkan bongkar di Taboneo.

Ini Alasan KSOP Banjarmasin Larang Kapal Elpiji Bongkar di Aluh-Aluh sehingga Terjadi Kelangkaan
Banjarmasinpost.co.id/Nia Kurniawan
Ratusan tabung gas tiga kilogram diserbu masyarakat di dua kecamatan. Operasi pasar tidak disia-siakan masyarakat, syaratnya ketat karena harus bawa foto copy kartu keluarga. 

BANJARMASIN POST.CO.ID-BANJARMASIN - Distribusi gas elpiji di beberapa daerah di Kalsel yang masih belum normal dan terjadi kelangkaan di sejumlah tempat ternyata diakibatkan beberapa hal.

Salah satu faktor penghambat kendala itu dikarenakan kapal angkut Elpiji yang tadinya harus bersandar di Aluh aluh kini hanya dibolehkan bongkar di Taboneo.

Kasubag Umum dan humas Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin, Wahyono, Kamis (1/3/2018) menjelaskan bahwa soal bongkar kapal ship to ship memang protapnya semua kapal dilakukan di luar alur.

"Jadi demi alasan keselamatan, kami lakukan hal itu untuk tidak bongkar di dalam alur termasuk di Aluh aluh," kata dia.

Baca: Kelangkaan Gas Elpiji di Kalsel Akibat Kapal Angkut Tak Boleh Bongkar di Aluh-Aluh, Ini Faktanya

Menurut dia, akan tetapi hal ini akan dibicarakan dan dicarikan solusinya sebab berkaitan dengan keperluan masyarakat.

"Ya kemudian akan ada rapat lanjutan. Nanti mingkin dari KSOP bisa memberikan lampu hijau, tapi asal ada penjamin dan sejenisnya, kalau di dalam alur terjadi apa apa," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor akan meminta kepada aparat setempat untuk sama sama mengatasi persoalan kelangkaan gas elpiji ini.

"Saya lihat kepolisian juga ketat mengawasi ini. Kalau ada yang bermain langsung saja ditindak," kata Gubernur Kalsel.

Sahbirin menjelaskan untuk yang KSOP melarang itu, dimungkinkan ada tujuan tertentu.

"Tapi harus dilihat dulu yang mana itu untuk rakyat ya harus dikedepankanlah," kata Sahbirin Noor. (*)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help