Bertaqwa

Siap Datangkan 4 Alat Cuci Darah, RSUD Pembalah Batung Amuntai Siapkan Layanan Hemodialisa

Presentasi mengenai rencana dan kesiapan RSUD Pembalah Batung Amuntai membuka layanan bagi pasien gagal ginjal.

Siap Datangkan 4 Alat Cuci Darah, RSUD Pembalah Batung Amuntai Siapkan Layanan Hemodialisa
istimewa
Direktur Rumah Sakit Pembalah Batung dr Agus Fidliansyah bersama Bupati HSU Abdul Wahid dan Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Penefri) Prof dr Pranawa foto bersama usai presentasi di Rumah Sakit Soetomo Surabaya, Rabu (28/2/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Rencana Rumah Sakit Pembalah Batung Amuntai untuk menyediakan layanan cuci darah atau Hemodialisa tengah dilakukan, belum lama ini Direktur Rumah Sakit Pembalah Batung dr Agus Fidliansyah bersama Bupati HSU Abdul Wahid melakukan presentasi kepada Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Penefri) Prof dr Pranawa di Rumah Sakit Soetomo Surabaya, Rabu (28/02/2018).

Presentasi mengenai rencana dan kesiapan RSUD Pembalah Batung Amuntai membuka layanan bagi pasien gagal ginjal. Mengingat saat ini pasien dari Kabupaten HSU yang memerlukan penanganan gagal ginjal masih dirujuk ke RSUD H Hasan Baseri Kandangan. Dengan adanya fasilitas cuci darah di RS Pembalah Batung akan memudahkan pasien dan tak perlu keluar daerah.

Bupati HSU Abdul Wahid melakukan presentasi kepada Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Penefri) Prof dr Pranawa di Rumah Sakit Soetomo Surabaya, Rabu (28/2/2018)
Bupati HSU Abdul Wahid melakukan presentasi kepada Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Penefri) Prof dr Pranawa di Rumah Sakit Soetomo Surabaya, Rabu (28/2/2018) (istimewa)

Direktur RSUD Pembalah Batung dr Agus Fidliansyah mengatakan presentasi dilakukan sebagai upaya dalam mendapatkan rekomendasi dari Pernefri. Usai presentasi ini pihak rumah sakit beserta pemerintah daerah bersiap mendapat kunjungan sekaligus survey dari Penefri ke RS Pembalah Batung.

dr Agus menambahkan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan yaitu ruangan yang juga telah selesai direnovasi, serta tenaga kesehatan. Untuk dokter penanggungjawab juga telah siap yaitu dr Debby yang sebelumnya juga diberikan pendidikan di Semarang. Dan saat ini dua orang perawat tengah menjalani pendidikan selama tiga bulan untuk membantu dokter dalam menjalankan layanan hemodialisa.

Direktur Rumah Sakit Pembalah Batung dr Agus Fidliansyah bersama Bupati HSU Abdul Wahid melakukan presentasi kepada Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Penefri) di Rumah Sakit Soetomo Surabaya,
Direktur Rumah Sakit Pembalah Batung dr Agus Fidliansyah bersama Bupati HSU Abdul Wahid melakukan presentasi kepada Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Penefri) di Rumah Sakit Soetomo Surabaya, (istimewa)

Untuk peralatan pihak rumah sakit bakal bekerjasama dengan pihak ketiga. “Rencananya kami akan menyiapkan empat alat cuci darah, disesuaikan dengan kebutuhan yaitu mampu menangani 30 pasien dengan jadwal cuci darah dua kali dalam seminggu, pasien cuci darah yang kami rujuk saat ini sekitar 20 hingga 30 pasien,” ungkapnya.

Untuk menyediakan fasilitas cuci darah, dr Agus mengatakan juga perlu mempersiapkan kemampuan cadangan listrik dan air bersih karena peralatannya memerlukan daya listrik yang cukup besar. Pihaknya juga telah mengatur Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengelola limbah dari sisa proses cuci darah pasien. 

Direktur Rumah Sakit Pembalah Batung
Direktur Rumah Sakit Pembalah Batung (istimewa)

Bupati HSU Abdul Wahid mengatakan rencana mulai dibukanya layanan hemodialisa dilaksanakan pada Juli 2018. “Kita tinggal tunggu rekomendasi dari Pernefri untuk mendapatkan izin membuka layanan hemodialisa,” ujarnya.

Wahid berharap dengan adanya layanan hemodialisa ini nantinya dapat memberikan  kemudahan dan kenyamanan bagi pasien yang memerlukan layanan cuci darah, karena tidak perlu lagi ke Kandangan atau ke Banjarmasin, hal ini tentunya dapat meringankan baik bagi pasien atau keluarga pasien.

Usai pertemuan dan pemaparan Bupati Wahid beserta jajarannya melakukan kunjungan dan melihat langsung layanan hemodialisa di RS.dr. Soetomo Surabaya.

Presentasi mengenai rencana dan kesiapan RSUD Pembalah Batung
Presentasi mengenai rencana dan kesiapan RSUD Pembalah Batung (istimewa)

Terpisah Deni warga Desa Palampitan Hulu mengatakan dirinya sempat merawat orangtuanya yang harus melakukan cuci darah satu minggu dua kali, meskipun saat ini orangtuanya telah meninggal namun dirinya merasakan kesulitan saat harus melakukan cuci darah diluar daerah. 

"Saat itu ibu saya sudah tua, memang biaya cuci darah gratis karena menggunakan BPJS namun tetap kasihan karena perjalanan cukup jauh ke Kandangan, jika memang bakal ada layanan cuci darah di HSU tentu akan sangat membantu," ungkapnya. 

Deni menambahkan jika RSUD Pembalah Batung menyediakan layanan cuci darah jelas akan membantu banyak warga karena mungkin masih ada warga yang tak mampu untuk membawa keluar daerah untuk cuci darah hingga tak diberi perawatan medis.(*/AOL)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved