Home »

Kolom

» Tajuk

Ancaman Blacklist dari ULM

Universitas negeri di Kalimantan Selatan, yakni Universitas Lambung Mangkurat (ULM), begitu juga universitas negeri lainnya di Indonesia

Ancaman Blacklist dari ULM
BPost Cetak
Tajuk Bpost 

ADA dua tujuan dilaksanakannya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), salah satunya adalah memberikan kesempatan kepada siswa sekolah menengah atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah (MA), atau yang sederajat di dalam dan luar negeri (Sekolah Republik Indonesia/SRI) yang memiliki prestasi unggul untuk menempuh pendidikan tinggi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Universitas negeri di Kalimantan Selatan, yakni Universitas Lambung Mangkurat (ULM), begitu juga universitas negeri lainnya di Indonesia, kembali mengadakan SNMPTN tahun 2018. Ini sesuai dengan UU No 12 /2012 tentang Pendidikan Tinggi; Peraturan Pemerintah No 4/2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi; Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri.

ULM, tahun 2018 ini menyediakan 2.500 kursi untuk SNMPTN atau jalur undangan dari total kursi yang tersedia, 5.411 kursi. Sisanya, untuk SBMPTN sebanyak 1.974 kursi dan jalur mandiri 1.575 kursi. Nah kesempatan yang baik ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh siswa berpretasi. Sayangnya, ketidakseriuan mengikuti SNMPTN itu masih terjadi. Akibatnya, pelaksanaan SNMPTN di ULM tidak berjalan seperti yang diharapkan. Tidak semua yang lolos SNMPTN melakukan daftar ulang.

Berdasarkan catatan, SNMPTN 2017 lalu tercatat sekitar 72 persen dari semua jumlah pendaftar yang diterima melalui jalur undangan yang melakukan daftar ulang. Siswa yang tidak mendaftar ulang ini tentu saja sangat merugikan ULM dan siswa yang ingin menempuh jalur undangan.

Bercermin pada pelaksaan SNMPTN 2017, ULM pun bersikap tegas. Pada pelaksanaan SNMPTN 2018 ini ULM sudah menebar ancaman, yakni akan mem-blacklist sekolah. Harapnya, dengan sanksi blacklist itu tidak ada lagi siswa yang lolos, tapi menyia-siakan atau tidak menambil kesempatan SNMPTN atau jalur tanpa tes atau jalur tersebut.

Kita mendukung pemberian sanksi blacklist itu. Karena menyia-siakan jalur undangan itu sangat merugikan siswa berprestasi lainnya, yang sangat menginginkan jalur undangan tapi tidak lolos. Namun kita harapan sanksi blacklist itu tidak buta. Artinya masih ada nilai-nilai keadilan di dalamnya.

Nilai-nilai keadilan itu tentu saja buat para siswa berpretasi selanjutnya. Yang tidak kalah penting juga ULM juga harus memperhatikan kejujuran dari sekolah. Karena seleksi undangan SNMPTN ini dilakukan berdasarkan prestasi siswa, yaitu nilai rapor semester 3, 4, dan 5, ada kemungkinan (maaf bukan mencurigai) campur tangan sekolah dalam mendongkrat nilai rapor.

Mencegah hal itu tidak terjadi tidak salahnya kalau ULM melibatkan lembaga independen untuk ikut mengawasi mekanisme penerimaan mahasiswa baru lewat jalur undangan ini. Terutama dalam kevalidan data yang dikirim kepala sekolah ke pusat. Kepala sekolah harus mampu menjaga kejujuran. Kejujuran merupakan utama dalam penyelenggaraan pendidikan. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help