Berita Hulu Sungai Tengah

Dinas Perikanan HST Sampaikan Permohonan ke Polda Kalsel Soal Maraknya Penyetruman Ikan

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan HST, Sunar Wiwarni, yang dikonfirmasi mengenai kembali maraknya penyetruman

Dinas Perikanan HST Sampaikan Permohonan ke Polda Kalsel Soal Maraknya Penyetruman Ikan
ISTIMEWA
Polair yang bertugas di HST saat melakukan patroli pengamanan perairan bersama warga.

BANJARMASINOST.CO.ID, BARABAI - Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan HST, Sunar Wiwarni, yang dikonfirmasi mengenai kembali maraknya penyetruman di Tabat dan Samhurang mengakui menerima laporan warga terkait hal tersebut.

“Petugas kami juga sudah ke lapangan. Warga meminta, agar ada penempatan anggota Polisi Perairan. Kami sudah membuatkan proposal, untuk menyampaikan aspirasi warga tersebut, dan masih mengonsultasikan dengan Plt Bupati HST,” jelas Wiwarni.

Dijelaskan, di tiga desa itu kesadaran warga menjaga perairan mereka dari penyetruman sudah bangkit sejak beberapa tahun lalu.

Baca: Hasil Akhir Barito Putera Vs PSMS Medan - Skor 2-2, Barito Sempat Dua Kali Unggul

Bahkan, ada kesepakatan antarwarga, jika ada warga desa yang ketahuan menyetrum, alat setrumnya akan diambil Kades ke rumah pelakunya, hingga di desa itu sudah 99 persen meninggalkan penangkapan ikan secara illegal.

Namun, pelaku penyetruman, justru dari desa luar. “Menurut informasi yang kami terima dari Sungaibuuuh dan Mantaas,” kata Wiwarni.

Imbauan agar tetap menjaga keamanan pun jelas dia telah dilakukan, sementara pihaknya berupaya mencarikan solusi, agar permohonan warga itu bisa dipenuhi Polda Kalsel.

Baca: Link Live Streaming MNC TV Borneo FC vs Sriwijaya FC Semifinal Piala Gubernur Kaltim Malam Ini

Seperti dibeitakan sebelumnya, warga di tiga desa di Kecamatan Labuaamas Utara, Hulu Sungai tengah , yaitu Samhurang, Tabat dan Pahalatan, dibuat geram dengan kembali maraknya aksi penyetruman ikan di desa mereka, oleh warga di luar desa. Pelakunya melakukan aksi tersebut secara terang-terangan dan berkelompok, terutama malam hari.

Padahal, selama ini, warga setempat sudah lama meinggalkan penangkapan ikan secara illegal itu, dengan tujuan agar perairan mereka kembali dilimpahi ikan yang merek tangkap dengan alat tradisional.

Baca: Hasil Akhir Persebaya Vs Arema FC - Skor 0-2, Arema FC ke Final Piala Gubernur Kaltim 2018!

Warga pun meminta Dinas Perikanan membantu mencarikan solusi, untuk menghindari konflik antar warga serta mencegah masyarakat desa tak ikutan menyetrum.

Warga berharap, ada penempatan anggota Polisi air, di desa mereka, seperti halnya di desa Kayurabah, Kecamatan Pandawan dengan harapan, desa-desa mereka aman dari illegal fishing. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help