Berita Hulu Sungai Tengah

Dirambah Penyetrum, Warga Tiga Desa Ini Minta Penempatan Anggota Polair

Warga di tiga Desa, yaitu Samhurang, Tabat dan Pahalatan dibuat geram. Beberapa hari terakhir, aksi penyetruman kembali marak.

Dirambah Penyetrum, Warga Tiga Desa Ini Minta Penempatan Anggota Polair
istimewa
Warga Pahalatan, bersama Polair dengan spanduk antipenyetruman, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Warga di tiga Desa, yaitu Samhurang, Tabat dan Pahalatan dibuat geram. Beberapa hari terakhir, aksi penyetruman kembali marak. Namun, pelakunya bukan dari desa mereka.

Tapi dari desa lainnya yang merambah perairan rawa di desa terebut. Warga di tiga desa itupun kemudian membuat ke sepakatan, meminta melaui Dinas Perikanan, agar ada penempatan anggota polisi perairan seperti hanya di Desa Kayurabah, Kecamatan Pandawan.

Kepala Desa Pahalatan, Junaidi, dikonfirmasi BPost, Jumat (2/3/2018) membenarkan bahwa saat ini, penyetrum ikan kembali beraksi.

Baca: Link Live Streaming MNC TV Borneo FC vs Sriwijaya FC Semifinal Piala Gubernur Kaltim Malam Ini

“Saat ini mereka menyetrum di Desa Samhurang dan Tabat. Tapi tak menutup kemungkinan juga merambah ke desa kami, kalau ikannya sudah tak ada di dua desa tetangga kami,”kata Junaidi.

Untuk itu, sebagai kades, yang juga atas aspirasi masyarakat melalui rapat pihaknya mendukung upaya warga Desa Samhuran dan Tabat mengatasi masalah tersebut.

Yaitu memohon kepada Pemkab HST agar ada penempatan polisi air, yang membantu warga menjaga perairan mereka dari penyetruman. Masalahnya, kata Junaidi, masyarakat sendri, menahan diri untuk tidak melawan, karena jika hal itu dilakukan dikawatirkan terjadi bentrok.

Baca: Hasil Babak Pertama Barito Putera Vs PSMS Medan - Skor 1-1, Samsul Arif Kejutkan Ayam Kinantan

Namun, hal itu tak bisa pula dibiarkan. Apalagi, para penyetrum melakukan aksinya, secara terang-terangan, siang maupun malam, dan mereka bersenjata tajam.

“Masyarakat kami mengatakan, jika penyetruman dibiarkan, warga yang kini sudah insyaf dan menyerahkan alat setrumnya dan tak pernah menyetrum lagi mengancam akan menyetrum lagi. Akhirnya kami bersama warga tiga desa sepakat, memohon agar ditempatkan Polair,” kata Juanaidi.

Mengenai lokasi yang bisa dijadikan Pos Polair, jelas Junaidi, disarankan di desa Tabat, karena berada di pertengahan desa Pahalatan dan Samhurang.

“Hasil musyawarah, ada tempat Posyandu yang bisa dijadikan atau difungsikan juga menjadi Polair,” jelasnya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help