Berita Kabupaten Banjar

Kenapa Ya? Guru di Kabupaten Banjar 'Malas-malasan' Jadi Kepala Sekolah, Begini Faktanya

Kini peserta seleksi tengah menunggu hasil seleksi yang akan menjadi tiket mereka untuk mengikuti diklat

Kenapa Ya? Guru di Kabupaten Banjar 'Malas-malasan' Jadi Kepala Sekolah, Begini Faktanya
net
ilustrasi guru mengajar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA -Sebanyak 102 Kepala Sekolah dan guru dari 14 UPT Pendidikan di Kabupaten Banjar telah mengikuti seleksi akademik kepala sekolah yang digelar Dinas Pendidikan Selasa (27/2) kemarin.

Kini peserta seleksi tengah menunggu hasil seleksi yang akan menjadi tiket mereka untuk mengikuti diklat untuk mendapatkan sertifikat dan Nomor Induk Kepala Sekolah (NUKS).

Baca: Link Live Streaming MNC TV Persebaya vs Arema FC Semifinal Piala Gubernur Kaltim 2018 Sore Hari Ini

Sayangnya, seleksi akademik kepala sekolah yang digelar kurang peminat. Dari 110 kuota yang disiapkan untuk mengikuti seleksi tersebut hanya 102 yang terdaftar mengikuti gelaran tersebut.

Itupun, pada saat pelaksanaan seleksi akademik hanya 88 peserta yang hadir di tempat seleksi.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Banjar, HG Ruspan Noor membenarkan, Disdik menggelar seleksi akademik kepala sekolah. Seleksi ini, melibatkan asesor LP2KS Indonesia dan LPMP Kalsel.

Peserta yang didaftarkan oleh UPT Pendidikan untuk mengikuti seleksi tersebut terdiri dari 75 kepala sekolah yang belum bersertfikat dan 27 orang berstatus guru.

Baca: Inilah Kisah Tragis Gadis SMP yang Tewas karena Layani Nafsu Pacarnya Berkali-kali

"Total sebanyak 102 peserta yang sedianya mengikuti gelaran tersebut,"katanya.

Menurut Ruspan, kegiatan seleksi kepala sekolah ini sebenarnya disiapkan kuotanya untuk 110 orang baik mereka yang sudah menjabat kepala sekolah maupun guru.

Namun, dari kuota tersebut hanya ada 102 peserta yang mengikiti. Itupun, diakuinya pada saat kegiatan berlangsung ada 14 peserta yang tidak hadir sehingga hanya ada 88 peserta seleksi kepala sekolah.

"Peserta yang tidak hadir ini otomatis dinyatakan gugur. Mungkin mereka yang tidak hadir ini sudah down duluan,"duga Ruspan.

Ruspan tidak menampik belakangan minat untuk menjadi kepala sekolah menurun.

Alasannya, diantaranya semakin banyaknya tugas-tugas yang dibebankan kepada kepala sekolah.

Sementara, tunjangan yang diberikan kepala sekolah minim tidak sampai Rp400 ribu.

"Kami berharap ada tambahan tunjangan untuk kepala sekolah sesuai dengan beban tugasnya,"imbuh Ruspan.(wid)

Penulis: Hari Widodo
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved