Kriminalitas Tanahbumbu

Miris! Masih Anak-anak Sudah Jadi Pengedar, Polres Tanbu Bekuk Empat Pelaku di Tempat Ini

Empat pelaku yang diringkus merupakan komplotan pengedar sabu-sabu di Kabupaten Tanahbumbu

Miris! Masih Anak-anak Sudah Jadi Pengedar, Polres Tanbu Bekuk Empat Pelaku di Tempat Ini
Istimewa
Empat tersangka pengedar sabu yang diamankan Polres Tanahbumbu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Satu di antara empat pelaku yang diringkus jajaran Satresnarkoba Polres Tanahbumbu adalah anak yang masih dibawah umur.

Empat pelaku yang diringkus merupakan komplotan pengedar sabu-sabu di Kabupaten Tanahbumbu. Namun, aksi keempat pria ini terhenti ketika Satnarkoba Polres Tanbu membekuknya.

Baca: Jadwal Final Piala Gubernur Kaltim 2018 Live MNC TV, Arema FC vs Sriwijaya FC: Fisik Anjlok!

Baca: Antara Langit dan Bumi! Begini Perbedaan Hidup Roro Fitria dan Kakaknya, 9 Foto Ini Faktanya

Baca: Misterius! Kapal Tanker Tanpa Awak Berbedera Malaysia Ditemukan Mengapung di Perairan Batam

Mereka ditangkap berkat kerjasama Satresnarkoba Polres Tanbu dengan Satintelkam polres Tanbu dan intel mob Batulicin. Penangkapan terhadap empat pelaku itu terjadi pada Kamis (1/3/18) sekitar pukul 23.30 wita.

Mereka ditangkap di Jalan Transmigrasi Gang Anda Desa Bersujud Kecamatan Simpangempat Kabupaten Tanahbumbu. Kini keempatnya masih menjalani proses pemeriksaan di ruang penyidik Satrenarkoba.

Mereka adalah FA (16) warga Simpangempat, Andrean Alfana alias Andre (20) warga Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Simpangempat, Rahmad Santoso alias Rahmat (41) warga Jala Lapanga 5 Oktober Desa. Bersujud serta Adam Sufi alias Adam (32) warga Gang Mangga Desa Bersujud Kecamatan Simpangempat Kabupaten Tanahbumbu.

Dari tangan keempat pelaku ditemukan satu paket sabu, uang senilai Rp 500.000 yang disita dari tangan Rahmat. Berdasarkan barang bukti tersebut, pelaku pun digelandang ke Mapolres Tanbu untuk diproses lebih lanjut.

Hal ini dibenarkan Kasat Narkoba Polres Tanbu Iptu Sunardi, melalui Kanitnya Bripka Muhdian Noor, Sabtu (3/3/18). Menurutnya, penangkapan terhadap keempat pelaku dilakukan setelah adanya informasi dari masyarakat.

Namun, dia sangat menyayangkan karena satu pelaku masih dibawah umur. Sebab itu, untuk anak yang masih dibawah umur akan ditangani dan kemungkinan besar dikenakan disversi. Jajaran Satnarkoba akan memanggil pihak dinas untuk penanganan anak dibawah umur ini.

Sementara tiga pelaku lainnya menjalani proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Mereka merupakan komplotan yang sudah berkeliaran di Tanbu.

"Ketiga orang ini kami proses dengan barang bukti satu paket sabu dan uang yang diduga hasil dari penjualan sebesar Rp 300.000 ribu serta uang Rp 30.000 dari tangan Andre," katanya.

Sementara dari keterangan FA sendiri, dia sebagai kurir dan menerima upah. Itu dilakukannya karena saat ini dia bingung terlebih lagi, orangtuanya sudah bercerai sehingga pikirannya terpengaruh dan labil.

"Dia itu korban broken home, tapi melampiaskan dengan bisnis seperti ini. Sebab itu, anak dibawah umur ini kami disversi untuk perlindungan anak," katanya. (Man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved