Berita Hulu Sungai Utara

NEWSVIDEO - Puluhan Tahun Jualan Bunga di Pasar Amuntai, Suami Istri Ini Akhirnya Bisa Naik Haji

Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara menggelar pemeriksaan kebugaran bagi calon jemaah haji

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara menggelar pemeriksaan kebugaran bagi calon jemaah haji di Lapangan Pahlawan Amuntai, Sabtu (3/3/2018).

Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan awal yang wajib diikuti oleh seluruh calon jemaah haji. Beberapa tes kesehatan seperti kesehatan jantung dan paru, tensi darah lemak tubuh dan tes fisik dilakukan dalam kegiatan ini. Para calon jemaah haji juga diminta untuk lari atau jalan cepat lapangan pahlawan Amuntai sebanyak empat kali sebelum dilakukan pemeriksaan jantung.

Sebanyak 286 calon jamaah haji antusias mengikuti pemeriksaan, seperti yang dilakukan oleh pasangan suami istri kursani (68) dan Bahni (60) warga Bayur Kecamatan Amuntai Utara. Mereka berprofesi sebagai penjual bunga di pasar induk Amuntai, sebelum mendaftar haji pada tahun 2009 kedua pasangan suami istri ini telah menabung selama puluhan tahun.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Barcelona vs Atletico Madrid Malam Ini : Modal Bagus Diego Simeone

Keinginannya untuk menunaikan ibadah haji sangatlah besar sehingga membuatnya bertekad untuk mengumpulkan uang meskipun sedikit demi sedikit. Selain berjualan bunga mereka juga bertanam padi yang hasilnya bisa dijual dan untuk kebutuhan pribadi. " supaya lebih hemat beras kami menanam sendiri hasil dari berjualan bunga langsung kami tabung," ujarnya.

Pada masa perjuangan dalam mengumpulkan uang untuk mendaftar haji, kursani tidak hanya berjualan di pasar induk Amuntai melainkan di beberapa pasar lain termasuk di kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong. Saat perjuangan mengumpulkan uang Kursani berjualan bunga hanya menggunakan sepeda, keinginannya untuk naik haji menjadi semangat untuk terus mengayuh sepeda.

Beruntung keinginannya tersebut juga didukung oleh anak-anaknya sehingga mereka pun juga ikut membantu. Saat mengetahui bahwa tahun ini mereka mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah haji tak terhingga rasa senang menyelimuti.

Berbagai persiapan telah dilakukan seperti membeli perlengkapan haji yang akan mereka kenakan. "Baju mukena semua sudah disiapkan termasuk menghafal bacaan yang akan dibaca saat menunaikan ibadah haji," ujarnya.

Terpisah PLT Kepala Dinas Kesehatan dr Agus Firmansyah mengatakan tes kebugaran ini merupakan tes awal untuk mengetahui kemampuan fisik para calon jamaah haji. Tes kebugaran dilakukan pada enam bulan sebelum jadwal keberangkatan dengan maksud untuk mengetahui masalah kesehatan pada setiap calon jamaah haji.

"Tes kebugaran awal merupakan syarat wajib untuk terdaftar dalam calon jamaah haji, jika hasil tes ini kesehatan calon jamaah haji memungkinkan barulah mereka diberikan rekomendasi sebagai syarat untuk menyetorkan uang pelunasan haji," ujarnya.

dr Agus Fitriansyah menambahkan untuk tahun 2018 tes kebugaran awal akan dilakukan 8 bulan sebelum keberangkatan semakin lama persiapan maka semakin baik karena dapat mempersiapkan kesehatan para calon jamaah haji.

Tes kebugaran akan dilakukan beberapa kali sebelum calon jamaah haji dinyatakan sehat dan mampu untuk menunaikan ibadah haji karenanya harus diikuti dengan baik. Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang banyak menggunakan tenaga fisik karenanya perlu disiapkan dengan optimal.

Jika telah mengetahui memiliki penyakit maka diupayakan untuk disembuhkan dan bagi yang tidak memiliki penyakit juga tetap diharapkan menjaga kesehatan dengan berperilaku hidup bersih dan sehat. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help