Kriminalitas Tanahlaut

Nasi Sudah Jadi Bubur! Pencabul Anak di Tala Ini Merintih Tak Menyangka Besarnya Tuntutan Jaksa

Itu disampikan jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari.

Nasi Sudah Jadi Bubur! Pencabul Anak di Tala Ini Merintih Tak Menyangka Besarnya Tuntutan Jaksa
mukhtar wahid
Penasihat hukum terdakwa, Hj Sunarti 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Ahmad Suhaili, merintih penuh penyesalan. Terdakwa kasus pencabulan terhadap anak di Desa Batibati itu dituntut penjara 10 tahun dan denda Rp 20 juta.

Itu disampikan jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari.

Humas Kejaksaan Negeri Pelaihari, Stirman Eka Priya Samudera, Senin (5/3/2018) membenarkan bahwa tuntutan terhadap terdakwa sudah sesuai.

Humas Pengadilan Negeri Pelaihari, Boedi Haryantho dikonfirmasi membenarkan bahwa tuntutan jaksa terdakwa akan diputus besok.

"Untuk perkara Suhaili, diputuskan besok, dijadwalkan agenda sidangnya acara putusan," katanya.

Penasihat hukum terdakwa, Hj Sunarti mengaku kliennya sempat menyatakan menyesal dan menangis mendengar tuntutan jaksa pidana penjara 10 tahun dan membayar denda Rp 20 juta subsider penjara enam bulan.

"Dalam sidang sebelumnya terdakwa menyampaikan permohonan keringanan hukum jika acaranya putusan. Saya sudah menyakinkan bahwa tuntunan itu sudah ringan," kata Sunarti.

Sunarti menegaskan bahwa kliennya melakukan perbuatan itu atas dasar suka sama suka dan sudah ada upaya melangsungkan pernikahan.

"Cuma klien saya itu terkendala permintaan uang mahar yang tinggu dari pihak perempuan yang tak mampu dipenuhinya," katanya. (Banjarmasinpost.co.id /Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved