Cerita Suka Duka Pangkalan Elpiji

Sering Bersitegang, Pemilik Pangkalan Ini Berharap Ada Mekanisme Baru Penyaluran Elpiji Bersubsidi

Agar lebih tepat sasaran Ia berharap nantinya sistem pembelian Gas Elpiji 3 kilogram hanya dapat dilakukan secara non tunai.

Sering Bersitegang, Pemilik Pangkalan Ini Berharap Ada Mekanisme Baru Penyaluran Elpiji Bersubsidi
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Ibu-ibu membeli elpiji 3 kg atau tabung melon 3 kg di sebuah pangkalan di Jalan Veteran Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sering bersitegang dengan pembeli yang disinyalir merupakan pengecer Gas Elpiji 3 kilogram, Pemilik Pangkalan Gas Elpiji Toko Jaya Loka, Adi Chandra berharap pemerintah segera terapkan mekanisme baru penyaluran Gas Elpiji tabung melon.

Agar lebih tepat sasaran Ia berharap nantinya sistem pembelian Gas Elpiji 3 kilogram hanya dapat dilakukan secara non tunai menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang juga berfungsi sebagai kartu debet.

Dengan demikian, masyarakat yang tidak mengantongi kartu tersebut yang berarti tidak berhak menerima subsidi Gas Elpiji tidak bisa melakukan pembelian Gas Elpiji 3 kilogram bersubsidi.

Baca: Salurkan Elpiji 3 kilogram Sesuai Aturan, Adi Sering Bersitegang Hingga Dapat Ancaman

Baca: Perlu Dicontoh, Pangkalan Ini Terapkan Distribusi Elpiji Bersubsidi Tepat Sasaran

"Jadi di pangkalan pun mekanisme pembelian lebih teratur dan meminimalkan Gas Elpiji tabung melon dinikmati masyarakat mampu yang tidak berhak," kata Adi.

Ia berharap rencana pemerintah dan Pertamina keluarkan Gas Elpiji 3 kilogram non subsidi segera terlaksana.

Dengan demikian Ia berharap masyarakat yang mampu bisa lebih cepat beralih gunakan Gas Elpiji non subsidi. (*)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help