Home »

Bisnis

» Mikro

Ekonomi dan Bisnis

Pelaku Usaha Kuliner Banua Jangan Lewatkan Foodstartup Bekraf

Bagi pelaku usaha kuliner yang ingin berkembang, jangan melewatkan program Food Startup Indonesia

Pelaku Usaha Kuliner Banua Jangan Lewatkan Foodstartup Bekraf
Banjarmasinpost.co.id/Hasby
Kasubdit Dana Masyarakat Direktorat Akses Non Perbankan, Hanifah Makarim memaparkan Bekraf. 

 BANJARMASINPOST.CO.ID — Bagi pelaku usaha kuliner yang ingin berkembang, jangan melewatkan program Food Startup Indonesia yang digelar oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf). Sosialisasi program itu digelar di Swiss Bel Hotel Borneo Banjarmasin, Selasa (6/3/2018).

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo menjelaskan seputar tentang Bekraf. Merupakan lembaga pemerintah non. Kementerian yang membantu presiden menjalankan program-program pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

“Mengingat ekonomi kreatif kedepan menjadi tulang punggung perekonomian di Indonesia. Pemerintah tidak ingin bergantung terus pada sumber daya alam,” katanya.

Baca: Maling Tas di Pemko Banjarmasin Terekam CCTV Ruang Banjarmasin Command Center

Disebutkannya, Kalael salah satu yang diberkahi sumber daya alam mineral luar biasa, tetapi semua itu umurnya tak lama dan suatu saat pasti habis. Keuntungan yang dimiliiki Kalsel harus segera dimanfaatkan dengan membangun ekonomi berbasis kreatifitas manusia.

“Dikarenakan yang namanya kreatifitas manusia tidak pernah habis, selama manusianya berpikir,” imbuhnya.

Hanya saja, menurutnya yang menjadi salah satu persoalan adalah modal. Melalui Bekraf maka pelaku usaha kuliner bisa mendapatkan solusi, dengan cara mempertemukan dengan para investor lembaga keuangan non perbankan.

Pelaku-pelaku ekonomi yang ingin berkembang pesat tentunya membutuhkan pendanaan. Bisnis-bisnis bidang kuliner sendiri, mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

“Akan ada proses bimbingan, mulai membikin proposal dan persentase dihadapan investor. Kalsel ini sebenarnya banyak potensi-potensi yang bisa menasional,” tambahnya.

Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah mengatakan, pihaknya memilah-milah dua sektor yakni unggulan dan prioritas. Antara keduanya ini bisa mendorong sektor lainnya dan tanpa mengesampingkan sektor lainnya pula.

“Bekraf menjembatani para pelaku usaha kuliner untuk bisa mendapatkan investor,” katanya.

Turut hadir memaparkan materi, Kasubdit Dana Masyarakat Direktorat Akses Non Perbankan, Hanifah Makarim. Dirinya mendorong para pelaku usaha kuliner di Banua untuk mengikuti program tersebut yang batas terakhir pendaftaran di awal-awal Juni 2018 mendatang. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help