Sejak 2014, Pelaku Ini Sudah Menyelewengkan Elpiji 3 kg, Begini Cara Kerjanya

Wakil Direktur Kriminal Khusus AKBP Sugeng Riadi didampingi Kasubdit 1 AKBP Suyitno, Senin (5/3) siang menuturkan adanya

Sejak 2014, Pelaku Ini Sudah Menyelewengkan Elpiji 3 kg, Begini Cara Kerjanya
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Wakil Direktur Kriminal Khusus AKBP Sugeng Riadi didampingi Kasubdit 1 AKBP Suyitno, Senin (5/3) siang menuturkan adanya kelangkaan gas elpiji bersubsidi di kota Banjarmasin ini mereka tindak lanjuti dengan melakukan lidik di lapangan oleh Subdit I Industri Perdagangan,

Pada Jumat (2/3) petugas di lapangan menemukan penunpukan gas elpiji di sebuah kios bernama Aldi di Kompleks Sari Indah RT8 Sungai Lulut Kabupaten Banjar.

Kemudian pihaknya pun melakukan pemeriksaan terhadap pemilik kios M Husin.

Baca: Lihat Deh Aksi Driver Ojek Online di Kalsel ini Saat Berkendara, Bikin Warga Terheran-heran

Baca: Memalukan! Menteri Susi Tegur Wali Kota Cantik Ini Terkait Danau Kotor yang Dibiarkan di Tangsel

Dari pemeriksan dan keterangan saksi sebanyak lima orang ternyata tersangka M Husin yang juga merupakan sopir Agen gas Elpiji PT Akomigas ini memperdagangkan gas eljipi tak dilengkapi dengan izin usaha perdagangan maupun dari izin usaha penyimpanan gas.

Menurut Sugeng, modus tersangka yang juga sopir agen PT Akomigas pertama yakni gas 3 kilo yang seharusnya di distribusikan ke pangkalan tetapi tidak diturunkan melainkan langsung di beli oleh tersangka Husin dengan harga Rp19 ribu per tabung ke pemilik pangkalan.

"Kemudian elpiji 3 kilogram tersebut diangkut ke kios miliknya atau di TKP untuk di jual ke pedagang dan pengecer seharga Rp 25 ribu per tabung," paparnya.

Baca: Ini Cerita Yazid Berjuang Hidup dan Mati Saat Menyelamatkan Diri Dari Kepungan Api di Rumahnya

Kemudian modus kedua yakni pelaku tanpa sepengetahuan pemilik pangkalan langsung mengangkut elpiji 3 kilo ke kios miliknya kemudian pelaku langsung menyetorkan uang ke agen Rp14.750 per tabung.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help