Berita Hulu Sungai Tengah

Gagal Bawa Alat Musik Panting! Ustazah dari Barabai ini Tetap Pukau Guru di Univercity of Melbourne

Mereka tampil menyanyikan lagu Banjar "Pambatangan" diajang BRIDGE di University of Melbourne, Australia.

Gagal Bawa Alat Musik Panting! Ustazah dari Barabai ini Tetap Pukau Guru di Univercity of Melbourne
Hanani
Ustadzah Ida Merlina (kiri) dan ustadz Aidil Fitri (ketiga dari kiri) bersama pengasuh Ponpes Darul Istiqamah Putri, HJ Siti Salehah, sebelum berangkat ke Austalia beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Dua pengajar utusan dari Pondok Pesantren Modern Darul Istiqamah Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, yaitu ustadzah Ida Merlina dan ustadz Aidil Fitri berhasil memukau guru-guru dari Australia dan Indonesia peserta BRIDGE di University of Melbourne, Australia.

Mereka tampil menyanyikan lagu Banjar "Pambatangan" diajang tersebut.

Program BRIDGE (Building Relations Through Intercultural Dialogue and Growing Engagement) adalah program kerjasama Indonesia-Australia dimana para guru bisa mengikuti pelatihan pengembangan profesi dan teknologi informasi dan komunikasi di Melbourne, serta mengikuti program kemitraan dan peningkatan pemahaman, pengetahuan lintas budaya dengan sekolah partner di Australia.

Dua pengajar ini bertolak dari Barabai sejak 25 Februari 2018, dan berada di Australia selama tiga minggu ke depan untuk mengikuti rangkaian program BRIDGE yang diselenggarakan oleh Asia Education Foundation. Mereka berada di Melbourne selama beberapa hari untuk mengikuti briefing.

"Selanjutnya, mengikuti program magang selama dua minggu di salah satu sekolah di Queensland, untuk kemudian mengakhiri program ini di Sydney,"kata pengasuh Ponpes Darul Istiqamah Putri, Hj Siti Salehah kepada BPOST Online, Rabu (7/3/2018), melalui press rilisnya.

Dijelaskan, saat berangkat ke Australia, ustadz Aidil sebenarnya berniat membawa alat musik Panting dan memperkenalkannya di sana.
Namun, terkendala kebijakan imigrasi Australia yang salah satunya melarang membawa bahan terbuat dari kayu, akhirnya alat musik tradisional khas Banjar, Kalsel itu terpaksa gagal dibawa.

Hj Salehah berharap, keberangkatan ustadz-ustadzah ini memberi motivasi bagi santri dan santriwati serta membawa manfaat dan kebaikan jangka panjang, tidak hanya bagi pondok pesantren, tapi juga bagi masyarakat luas.

Dijelaskan, Pondok Pesantren Darul Istiqamah Modern, sangat aktif mengikuti berbagai kegiatan baik lokal, nasional, maupun internasional. Di antaranya ke Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, serta Singapura dalam beberapa programnya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help