Pilpres 2019

Ini 5 Kandidat Cawapres Jokowi versi Said Aqil Siroj Institute, Rupanya JK Tak Masuk Hitungan Lagi

Di tengah tuntutan pembangunan ekonomi, pemerintah dipaksa merespon dinamika politik yang kian memanas.

Ini 5 Kandidat Cawapres Jokowi versi Said Aqil Siroj Institute, Rupanya JK Tak Masuk Hitungan Lagi
Istimewa
M Imdadun Rahmat, Direktur Said Aqil Siroj Institute. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Memasuki tahun ketiga, pemerintahan Jokowi-JK justru disibukkan oleh suasana politik yang gaduh.

Di tengah tuntutan pembangunan ekonomi, pemerintah dipaksa merespon dinamika politik yang kian memanas.

Menguatnya politisasi identitas menuntut pemerintah bekerja keras untuk mengelola persaingan politik agar tidak menjadi konflik kekerasan.

Sebagai negara dengan populasi mayoritas Islam, isu Islam dan komunisme selalu menjadi bola panas.

Baca: Sri Mulyani Santai Banget, Disindir Fadli Zon Malah Berkata Enteng Begini

Akhir-akhir ini isu kriminalisasi ulama, penganiayaan ulama dan kebangkitan komunisme menjadi alat menyudutkan Jokowi.

M. Imdadun Rahmat, Direktur Said Aqil Siroj Institute menyayangkan fabrikasi fitnah tersebut.

Imdadun yang pernah menjabat sebagai Ketua Komnas HAM, memastikan bahwa kampanye hitam semacam itu merupakan residu politik musiman menjelang Pilkada dan Pilpres.

"Publik kan mulai mengerti pasca terbongkarnya jaringan Muslim Cyber Army (MCA). Ada kelompok penebar fitnah dengan mengatasnamakan Muslim. Ini perilaku tak terpuji, mencoreng wajah Islam" jelas Imdadun di Kantor SAS Institute kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Imdadun mengkaitkan kampanye hitam ini dengan disparitas antara kepuasan kerja Jokowi di angka 65%, sedangkan asumsi elektabilitas ada pada angka 45%.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved