Berita Tabalong

Panwaslu Tabalong Luncurkan Gakkumdu, Anggotanya Ada Jaksa dan Polisi, Ternyata Ini Tujuannya

Sentra Gakkumdu untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabalong 2018 telah diluncurkan Panwaslu Tabalong, Rabu (7/3/2018).

Panwaslu Tabalong Luncurkan Gakkumdu, Anggotanya Ada Jaksa dan Polisi, Ternyata Ini Tujuannya
banjarmasinpost.co.id/dony usman
Petugas membawa berkas dari kantor Panwaslu Tabalong, Senin (26/5/2014) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG- Sentra Gakkumdu untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabalong 2018 telah diluncurkan Panwaslu Tabalong, Rabu (7/3/2018).

Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan Ketua Bawaslu Kalsel, Iwan Setiawan.

Menurut Iwan yang ditemui usai acara, Sentra Gakkumdu ini tujuannya dalam rangka menangani secara sinergitas dugaan tindakan pelanggaran yang bersifat tindak pindana pemilu.

"Seperti pengrusakan alat peraga kampanye, money politik dan sebagainya, maka supaya lebih terarah hasil keputusan sebelum masuk ke ranah pengadilan, maka dimusyawarahkan dulu di Gakkumdu yang terdiri dari polisi, jaksa dan panwaslu,"ujarnya.

Baca: Link Live Streaming RCTI Bali United vs FLC Thanh Hoa Piala AFC 2018 Hari Ini Pukul 14.00 WIB

Untuk dugaan pelanggaran yang ditangani, imbuhnya, bisa berdasarkan laporan dari masyarakat maupun temuan dari Panwaslu sendiri.

Untuk pelaporan sendiri ada batas waktu yang menjadi ketentuan, dimana sesuai aturan laporan diterima 7 hari semenjak ditemukan.

Sedangkan untuk proses yang dijalankan memiliki batasan selama 14 hari sebelum masuk ke pengadilan.

Dimana dalam proses yang dijalankan Gakkumdu akan mengutamakan proses musyawarah, untuk menentukan apakah memang masuk tindak pindana pemilu, pidana umum atau malah tidak ada unsur pidananya.

Baca: Ngeri, Acara Karma ANTV Berani Panggil Dajjal? Wah Sampai Ada yang Kerasukan

"Inilah perlunya jaksa dan polisi di Gakkumdu, karena tidak semua laporan akan berujung pidana," jelasnya.

Sementara saat ditanya bagaimana potensi pelanggaran di Pilkada Tabalong, Iwan, menyampaikan jika kerawanan pasti ada di setiap daerah yang menyelenggarakan pilkada.

Hanya saja hal ini berusaha untuk diminimalisir dengan cara terus melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait aturan-aturan yang ada.

Dirinya pun mengakui untuk Tabalong situasinya mulai memanas dengan indikasi saat mulai memasuki masa kampanye diiringi dengan adanya pelaporan dari salah satu paslon perseorangan yang dikategorikan sengketa. (*)

Penulis: Dony Usman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved