Berita Tanahlaut

Serikat Buruh PD Baratala Kawal Pembahasan Raperda PT Bumi Tala Mandiri

Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (PK SBSI) PD Baratala Tuntungpandang mengawal tahapan

Serikat Buruh PD Baratala Kawal Pembahasan Raperda PT Bumi Tala Mandiri
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Ketua PK SBSI PD Baratala Tuntungpandang berfoto bersama Wakil Ketua DPRD Tanahlaut, Khairil Anwar seusai rapat paripurna jawaban Bupati Tanahlaut atas enam raperda pemandangan umum fraksi, Rabu (7/3/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (PK SBSI) PD Baratala Tuntungpandang mengawal tahapan rancangan peraturan daerah tentang perubahan badan hukum PD Baratala Tuntungpandang menjadi Perseroan Daerah PT Bumi Tala Mandiri.

Itu dikatakan Ketua PK SBSI PD Baratala Tuntungpandang, Mufidun Subroto seusai bertemu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanahlaut, Khairil Anwar di Gedung Utama DPRD Tanahlaut, Rabu (7/3/2018).

Mufidun Subroto mengaku menyimak dengan jelas jawaban penjabat Bupati Tanahlaut yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Tanahlaut, Syahrian Nurdin saat menjawab pemandangan umum fraksi-fraksi.

Baca: Link Live Streaming Espanyol Vs Barcelona di Final Supercopa de Catalunya Malam Ini 00.45 WIB

Menurut Mufidun Subroto, kondisi para karyawan PD Baratala Tuntungpandang bukan dirumahkan. Tapi pembiaran seperti sekawanan itik yang kehilangan induknya. "Kami ini adalah karyawan PD Barata Tuntungpandang yang berjuang mendapatkan hak gaji kami yang belum terbayar," katanya.

Mufidun Subroto mengaku usai bertemu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanahlaut, Khairil Anwar disarankan menyampaikan surat permohonan tertulis untuk dipertemukan dengan manajemen PD Baratala Tuntungpandang sebelum tahapan pembahasan raperda perubahan badan hukum.

"Mediasi akan dilakukan DPRD Kabupaten Tanahlaut mempertemukan SBSI dengan manajemen PD Baratala. Ini langkah bagus menata permasalahan antara karyawan dengan manajemen. Jangan sampai perubahan badan hukum sahkan, penyelesaian masalah karyawan dengan manajemen PT Bumi Tala Mandiri, masih terjadi, seperti yang kami alami," katanya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Manchester City Vs FC Basel Malam Ini, Leg 2 Babak 16 Besar Liga Champions

PD Baratala Tuntungpandang diubah Pemerintah Kabupaten Tanahlaut menjadi PT Bumi Tala Mandiri karena selalu mengalami kerugian setiap tahun, miliaran rupiah. Pemerintah Kabupaten Tanahlaut ingin memberikan penyertaan modal jika terbentuk PT Bumi Tala Mandiri sesuai kondisi keuangan daerah.

Informasi dihimpun, selama ini, PD Baratala Tuntungpandang tidak pernah menerima penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Tanahlaut. Itu karena menerima bagi hasil dari para pemegang surat perintah kerja di bidang pertambangan biji besi.

Baca: Jadwal Siaran Langsung SCTV Tottenham Hotspur vs Juventus Leg 2 Liga Champion Malam Ini

Seiring waktu, bisnis biji besi regulasinya harus bahan setengah jadi, kemudian kewenangan pengawasan pertambangan beralih kepada Pemerintah Provinsi Kalsel, manajemen PD Baratala mengalami kemunduran.

Terkini, sembilan karyawan PD Baratala Tuntungpandang menuntut pembayaran gaji mereka sejak Februari 2017 hingga kini yang tidak dibayar manajemen. Bahkan tuntutan membayar gaji itu permasalahannya hingga ke meja hijau Pengadilan Hubungan Industrial di Banjarmasin.

"Kami secara pidana juga mengadu ke Polres Tanahlaut. Sudah ada putusan kasasi Mahkamah Agung atas anggota kami yang minta berhenti sebagai karyawan dan putusan itu memerintahkan manajemen PD Baratala Tuntungpandang membayar gaji sesuai putusan. Bila melawan putusan Mahkamah Agung, tentunya pidana dong," kata Mufidun Subroto diamini Sekretaris PK SBSI, Tata Selamat Sentosa. (Banjarmasinpost.co.id /Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help