Berita HST

Anak Bekantan Betina Tertangkap di Lok Buntar, Begini Kondisinya Saat Dijemput BKSDA Kalsel

Warga kemudian mengumumkan penangkapan bekantan tersebut melalui media sosial dan group Urgent HST,

Anak Bekantan Betina Tertangkap di Lok Buntar, Begini Kondisinya Saat Dijemput BKSDA Kalsel
istimewa
Anak Bekantan tertangkap di Lok Buntar Haruyan HST 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seekor anak Bekantan yang ditangkap warga Desa Lok Buntar, Kecamatan Haruyan, Hulu Sungai Tengah, dilaporkan sudah dijemput oleh staf Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel, Kamis (8/3/2018).

Serah terima bekantan yang usianya diperkirakan tiga tahun tersebut dilakukan oleh warga atas nama M Riza Rudi Noor, di Jalan Perintis Kemerdekaan Barabai, yang mewakili Warga Lok Buntar kepada Jarot Jaka M, staf BKSDA Kalsel dari Sungai Ulin Banjarbaru.

Jarot datang menggunakan mobil khusus Polisi Kehutanan. "Bekantan betina itu angsung dievakuasi. Terimakasih kepada masyarakat Lok Buntar dan rekan BPK harsa dan para relawan yang telah membantu proses penyerahan hewan kebanggaan yang jadi maskot Kalsel ini,"kata Rudi. Diapun berharap, anak bekantan itu bisa diselamatkan, dan kembali dilepasliarkan di tempat hutan yang aman.

Baca: Kapolresta Banjarmasin Perintah Tembak Bripka SP, Saat Ini Bripka SP Dikejar Polisi Gabungan

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Lok Buntar, Senin 5 Maret lalu menangkap anak berkantan, yang berkeliaran dijalan. Bekantan tersebut ditangkap Muhammad Norsipan dan tujuh warga lainnya, dengan memasang jaring-jaring renggi di halaman rumah warga. Hewan berhidung khas (mancung) itu ditangkap dalam kondisi sehat, saat menabrak jaring-jaring renggi.

"Kami menangkapnya dengan tujuan menyelamatknya, karena khawatir ada yang menyakiti atau justru menembaknya,"kata Norsipan.

Baca: VIDEO Setelah Ledakan SPBU Berbek: Hanya Selisih Beberapa Detik Wanita ini Selamat dari Ledakan Itu

Dia bersama warga mengaku mengetahui bekantan merupakan hewan yang dilindungi negara. Warga kemudian mengumumkan penangkapan bekantan tersebut melalui media sosial dan group Urgent HST, hingga akhirnya disampaikan ke pihak BKSDA Kalsel.

Sementara Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, Muhammad Yani mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan dan melimpahkan penemuan bekantan itu, ke petugas BKSDA Kalsel, dengan mengontak pihak BKSDA tersebut.

Baca: Misteri Sosok Gaib Dalam Kubur di Balik Tewasnya Ibu yang Digelonggong Air di Trenggalek

Kasus penangkapan bekantan di HST , berdasarkan catatan BPOST terjadi beberapa kali, antara lain di Kecamatan Labuanamas Selatan, di Manggo Raya, Kecamatan Batangalai Selatan. Untuk dua kasus tersebut, bekantan ditemukan dalam kondisi tertembak dan luka-luka, hingga meskipun telah dijemput pihak BKSDA namun, tak bisa diselamatkan lagi. (*)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help