Home »

Bisnis

» Mikro

Ekonomi dan Bisnis

Menjadi Wirausaha Miliki Sikap Pendaki, Jangan Salahkan Orang Lain

Menghadirkan narasumber, Zetrialdi Goechi dari Jakarta dan Ketua Umum PWMI Pusat, Audelta Elfiezon

Menjadi Wirausaha Miliki Sikap Pendaki, Jangan Salahkan Orang Lain
hasby
Sekjen PWMI Pusat, Zetrialdi Goechi (kiri) dan Ketua Umum PWMI Pusat, Audelta Elfiezon. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Program Pemberdayaan Ekonomi Menuju Wirausaha Mandiri yang berlangsung di Palm Hotel Jalan S Parman Banjarmasin memberikan banyak resep dalam berwirausaha, Kamis (8/3).

Menghadirkan narasumber, Zetrialdi Goechi dari Jakarta dan Ketua Umum PWMI Pusat, Audelta Elfiezon kegiatan diikuti dari Perkumpulan Wirausaha Muslim Indonesia Kalsel dan Kalteng.

Audelta Elfiezon mengatakan, jangan takut bertemu orang pertama dalam bisnis. Pebisnis yang mau maju maka kembangkan tipe seperti pendaki, fokus dan teguh melakoninya, cari energi positif.

“Bertemu dengan orang positif, membangun makna positif. Terpenting bagi seorang climber jangan berkeluh kesah dan jangan menyalahkan orang lain,” ucapnya.

Dia juga mengatakan, harus membangun kalimat-kalimat yang mensugesti diri. Karena membuat sehat dan tetap optimistis.

Dalam konteks berbisnis semangat turun naik karena tidak jelas cita-citanya. Cobalah rumuskan, semua orang pasti mempunyai problem dengan cita-cita.

“Bikin gagasan sebanyak mungkin, barulah tentukan mana yang jadi prioritas. Oleh sebab itulah, gagasan jangan satu agar tidak mentok, tetapi jika sebanyak-banyaknya bisa menentukan pilihan,” ujarnya.

Merdekakan otak dan pikiran dari penghakiman terhadap gagasan. Jadilah pribadi yang merdeka secara psikologis, jangan biarkan gagasan terpotong oleh pikiran.

Sekjen PWMI Pusat, Zetrialdi Goechi mengatakan, PWMI beranggotakan pengusaha-pengusaha muslim yang bergerak indusri makanan, minuman, obat-obatan dan kosmetik. PWMI merekrut ustad dan ustadzah di Kalsel dan Kalteng, 29 orang dari Kalsel dan 10 dari Kalteng.

“Mereka kami rekrut dan tes, yang hadir hasil lulus seleksi dan dijadikan imam-imam ekonomi. Bukan pedagang-pedagang, selama ini pedagang belanja kepada distributor kini kepada mereka ini,” katanya.

Menjadi harapan sebagai muslim jangan hanya jadi penonton saja, tetapi ikut menjadi pelaku-pelaku ekonomi. Dalam ajaran Islam sendiri tidak menyuruh miskin tetapi berusaha dan berdoa.

Adapun ustad yang sudah lolos seleksi ada 1.000 ustad dan ustadzah dari 16 provinsi di Indonesia. Pihaknya menargetkan seluruh Indonesia 4.500 orang dan di Kalsel bisa 150 orang.

Ketua Panitia, Koespertiwi mengatakan, kegiatan digelar untuk menciptakan wirausaha di Kalsel dan Kalteng, khususnya dari kalangan muslim. Terlebih disosialisasikan ke Kanwil kemenag-kemenag, kemudian direkrut beberapa orang perwakilan untuk mengikuti kegiatan tersebut. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help