Berita Banjarmasin

'Smart City' Hanya untuk Gengsi-gengsian? Wakil Rakyat Pun Berkata Menohok Begini

Hanya saja program Smarty City bukan sekadar gagah-gagahan atau gensi-gensian.

'Smart City' Hanya untuk Gengsi-gengsian? Wakil Rakyat Pun Berkata Menohok Begini
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Ibnu Sina Tandai Peluncuran Smart City 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - DPRD Kota Banjarmasin mendukung program "Smart City" yang dilaunching Pemko Banjarmasin, Rabu (28/2/18) pagi lalu.

Hanya saja program Smarty City itu sebaiknya benar-benar dipakai untuk mempermudah dan pengawasan terhadap pelayanan masyarakat di semua bidang. Bukan sekadar gagah-gagahan atau gensi-gensian.

Baca: Khianati Cinta Suami, Wanita Ini Meregang Nyawa Saat Selingkuh dengan Pria Lain di Hotel

Baca: Hai Anak Zaman Now, Perkenalkan Arul Power Metal, Tetap Setia Musik Rock Hingga Sekarang

Baca: Hebat! Banjarmasin Masuk Rekor MURI karena Bangun Taman Vertikal Terbanyak

"Kita mendukung program Smart City Pemko tersebut. Hanya saja jangan terkesan menghabiskan anggaran, namun manfatnya kurang.  Jangan sampai keberadaaan kantor Banjarmasin Command Center itu untuk gagah-gagahan saja. Tapi dari pantuaan alat canggih BCC itu bisa direspon cepat oleh semua dinas. Kalau tak ada respon cepat, ya percuma," kata anggota DPRD kota setempat dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Elly Rahmah, Kamis (8/3/18).

Elly Rahmah
Elly Rahmah (edi nugroho)

Menuurut Elly, keberadaan CCTV yang terkoneksi di sejumlah pelayanan publik dan SKPD diharapkan bisa nantinya direspon cepat oleh dinas terkait. Semua dinas perlu dibuat standarisasi pelayanan setelah mendapatkan masukan data dan keluhan dari Banjarmasin Command Center.

"Untuk titik-titik tertentu perlu mendapatkan pelayanan pantuan CCTV 24 jam dan respon cepat seperti jika ada tindakkejahatan di instansi pelayanan publik," katanya.

Lebih lanjut Elly menyatakan dengan smat city masyarakat berhak mendapatkan tranparasi proses dan harga pelayanan publik juga perizinan. Warga pun bisa memberikan masukan kepada dinas-dinas terkait melalui aplikasi yang disediakan.

"Smarty City bukan sekadar show tehnologi untuk ke masyarakat, namun sebagai bahan dan msukan pembenahan ke semua instansi di Pemko," katanya.

Elly juga melihat di jalan-jalan protokol di Kota Banjarmasin masih banyak bertebaran gepeng yang menganggu kenyamanan pandangan kota. Keberadaan gepeng seharusnya sudah tidak ada lagi karena ada dinas Satpol PP dan dinas sosial.

"Aksi dari dinas sosial dan Satpol PP diharapkan bisa terpadu menagani gepeng secara menyeluruh," katanya.

Tak hanya gepeng, sambung Elly, di jalan-jalan protokol setiap hari masih terlihat ekploitasi anak yang dipakai untuk media berjualan. Seharusnya, Banjarmasin sebagai kota smarty City tentu tidak membiarkan Banjarmasin masih ada gepeng dan elkpoitasi anak.

"Gepeng dan ekploitasi anak ini menjadi PR bagi kita semua untuk dituntaskan. Keberadaan gepeng-gepeng ini saat ini akan dengan mudah dipantau oleh CCTV Pemko melalui ruang BCC," katanya. (ogi).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved