Ekonomi dan Bisnis

Permata Bank Luncurkan Layanan Voice ID Pertama di Indonesia, Ini Keunggulannya

Permata Bank memperkenalkan teknologi pemindai suara atau layanan inovatif Voice ID di Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Permata Bank Luncurkan Layanan Voice ID Pertama di Indonesia, Ini Keunggulannya
Istimewa
PERMATA Bank Brand Ambassador Dion Wiyoko (kiri) berbincang dengan Praktisi IT dan Ahli Keamanan Informasi Budi Rahardjo, Direktur Teknologi dan Operasi Permata Bank Abdy Salimin, dan Head of Service Quality, OPEX & Contact Center Permata Bank Gunawidjaja, usai peluncuran Layanan Voice ID di Blue Jasmine Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (9/3/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Permata Bank memperkenalkan teknologi berbasis pemindai suara atau layanan inovatif Voice ID di  Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Layanan yang mengadopsi teknologi pemindai suara Voice Biometrics ini diluncurkan untuk menjawab kebutuhan nasabah akan pelayanan yang sederhana, cepat dan andal.

Voice ID ini melengkapi rangkaian layanan berbasis teknologi yang dimiliki Permata Bank yaitu Finger ID dan Facial ID. Ketiga layanan ini diharapkan bisa mempermudah nasabah dalam berinteraksi dengan Permata Bank.

Direktur Teknologi dan Operasi Permata Bank Abdy Salimin mengatakan Permata Bank berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan berbasis teknologi digital untuk memberikan consumer experience terbaik di Indonesia dan pengelolaan risk management yang lebih baik.

“Ini merupakan teknologi pemindai suara Voice Biometrics pertama di Indonesia. Inovasi ini hanyalah merupakan awal dari rangkaian inovasi teknologi digital dari Permata Bank. Saya berharap inovasi ini menjadi salah satu acuan dalam industri perbankan di Indonesia dalam memberikan layanan perbankan yang sederhana, aman dan cepat,” kata Abdy kepada para wartawan di The Blue Jasmine, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis  (8/3/2018).

Praktisi IT, dosen dan ahli keamanan informasi, Budi Rahardjo, menjelaskan salah  satu kesulitan dalam memberikan layanan tanpa tatap muka adalah mengidentifikasikan seseorang, baik itu pengguna atau penyedia jasa.  Secara teori ada tiga cara mengidentifikasi.

Pertama, dengan sesuatu yang dimiliki, misalnya pengguna harus menggunakan kartu ATM atau token.

Kedua, dengan sesuatu yang diketahui, misalnya dengan menggunakan user id dan password atau PIN.

Ketiga, dengan sesuatu yang melekat pada pengguna, misalnya sidik jari dan suara seperti Voice ID.

“Dalam sistem transaksi, biasanya digunakan dua faktor, entah itu ATM dengan PIN atau token dengan password. Hal ini dilakukan untuk menjamin kemanan saat transaksi. Ketika kemanan diperketat, bisanya kenyamanan kita menjadi agak sedikit terganggu. Nah, dengan Voice ID ini keamanan dapat tetap terjamin sementara kenyamanan meningkat,” papar Budi.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved