Berita Regional

Pilot Lion Air yang Tertangkap Saat Pesta Sabu di Hotel Dituntut Hukuman 1,5 Tahun Penjara

Pilot Lion Air berinisial MS yang tertangkap sedang mengonsumsi narkoba jenis sabu dituntut hukuman satu tahun enam bulan penjara.

Pilot Lion Air yang Tertangkap Saat Pesta Sabu di Hotel Dituntut Hukuman 1,5 Tahun Penjara
kolase pos kupang
Pilot Lion Air, MS dan teman wanitanya saat ditangkap di Hotel T-More Kupang, Senin (4/12/2017) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUPANG - Pilot Lion Air berinisial MS yang tertangkap sedang mengonsumsi narkoba jenis sabu di sebuah Hotel di Kupang, NTT dituntut hukuman satu tahun enam bulan penjara.

Tuntutan itu dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Devis Lele dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kupang, Rabu (7/3/2018).

Berdasarkan uraian fakta-fakta persidangan, JPU berkesimpulan bahwa keseluruhan unsur-unsur dakwaan Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum. Oleh karena itu, terdakwa MS harus mempertanggungjawabkan perbuatan pidana yang dilakukannya.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Maesa Soemargo dengan pidana penjara selama satu tahun enam bulan dikurangkan selama terdakwa menjalani penahanan selama, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” ucap Devis.

Baca: Tito Karnavian Mutasi Tiga Direktur Bareskrim, Direktur Tipidsus Bergeser ke BIN

Dalam mengajukan tuntutan pidana, JPU juga mengemukakan hal-hal yang meringankan dan hal-hal memberatkan. Hal-hal yang memberatkan terdakwa, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat serta tidak mendukung program pemerintah tentang pemberantasan tindak pidana narkotika. 

Terlebih lagi, kata Devis, terdakwa adalah seorang pilot dan sangat berbahaya apabila menerbangkan pesawat. Sedangkan hal-hal yang meringankan, terdakwa berterus terang atas perbuatannya sehingga memperlancar persidangan. Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan terdakwa belum pernah dihukum.

JPU pun meminta majelis hakim agar menetapkan barang bukti berupa satu paket narkoba jenis sabu dengan berat 0,0575 gram, pemantik, sedotan plastik, dan minuman Black Label dirampas untuk dimusnahkan.

Usai pembacaan tuntutan, terdakwa MS langsung berkonsultasi dengan penasihat hukumnya, Yehuda Suan.

“Untuk pembelaan, saya serahkan sepenuhnya kepada penasihat hukum,” ujarnya kepada majelis hakim, Eko Wiyono, Prasetio Utomo, dan Tjokorda Pastima.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help