Berita Tanahlaut

Korban Bekas Galian Tambang Jebol di Kintap Datangi DPRD Tanahlaut, Ini Tuntutan Mereka

Korban jebolnya bekas galian tambang batu bara di Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut, mendatangi gedung DPRD Tanahlaut.

Korban Bekas Galian Tambang Jebol di Kintap Datangi DPRD Tanahlaut, Ini Tuntutan Mereka
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Kepala Desa Kintap Suhaimi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sekitar sembilan kepala keluarga, korban bencana jebolnya bekas galian tambang batu bara di Desa Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut, mendatangi gedung DPRD Tanahlaut.

Informasi dihimpun Banjarmasinpost.co.id, kedatangan sejumlah warga Desa Kintap itu meminta DPRD Kabupaten Tanahlaut mempertemukan dengan manajemen perusahaan penggali tambang batu bara.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tanahlaut, Idris dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (10/3/2018) membenarkan bahwa warga Kintap itu menyampaikan keluhan belum adanya ganti rugi atas rumah tinggal mereka yang lenyap masuk Sungai Kintap.

Baca: Jadwal Jakajaya 2018 Matchday Kedua - Bhayangkara FC vs Persipura dan Barito Putera vs Persela

Baca: Jadwal Timnas U-16 Jepang Vs Timnas U-16 Indonesia di Semifinal Turnamen Jenesys 2018

"Memang ada warga Desa Kintap datang menemui saya, dua hari lalu, Rabu siang, minta dimediasi dengan perusahaan. Kasihan hampir satu tahun ini, permasalahan warga Kintap dampak longsor itu, ternyata mereka tinggal di rumah sewa dan belum ada ganti ruginya," katanya.

Kepala Desa Kintap, Suhaimi dihubungi Banjarmasinpost.co.id, membenarkan sudah membuatkan surat rekomendasi nama korban yang terkena bencana longsor bekas galian pertambangan batu bara di wilayahnya.

Sekitar 20 kepala keluarga yang terdampak longsor dan harus menjauh dari areal bekas galian tambang yang jebol di bibir Sungai Kintap. Cuma tinggal 9 Kepala keluarga yang belum diberikan ganti rugi atas rumah mereka," katanya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Pekan 30 MNCTV Malam Ini, Manchester United vs Liverpool, Seru!

Satu korban yang terdampak jebolnya bekas galian tambang batubara, Idris mengaku sejak lebaran Idul fitri 2017 hingga kini masih tinggal di rumah sewa.

Ia mengungkapkan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, terpaksa bekerja sebagai tukang pengempul limbah batu bara untuk dikarungi di Desa Kintapura, Kecamatan Kintap.

"Kami heran dari 20 Kepala keluarga itu, justru yang terdampak jebolnya bekas galian batu bara yang menerima ganti rugi.

Kami sekitar 9 kepala keluarga justru paling terkena. Rumah hunian kami masuk Sungai. Ada sekitar 50 jiwa hidup di rumah sewa. Padahal saat peristiwa itu hanya selembar baju di badan yang dibawa menyelamatkan diri," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved