Home »

Video

OTT KPK di Barabai

NEWSVIDEO - Mobil Mewah Sitaan KPK dari Bupati HST Tersusun di Parkiran Polsel KPL Banjarmasin

Namun Minggu sore malah tidak. kendaraan roda dua dan empat nampak tersusun hingga kanan dan kiri Mapolsek.

BANJARMASINPOST.CO.ID - Suasana berbeda nampak terlihat di halaman Mapolsek KPL Banjarmasin, Minggu (11/3/2018) sore.

Pasalnya, bila biasanya kendaraan hanya terpakir di bawah canopi yang telah tersedia di halaman Mapolsek KPL Banjarmasin.

Namun Minggu sore malah tidak. kendaraan roda dua dan empat nampak tersusun hingga kanan dan kiri Mapolsek.

Tidak hanya itu, kondisinya yang juga mewah tidak sedikit memantik perhatian sejumlah pengunjung bahkan awak media berfoto di atas kendaraan tersebut.

Baca: Mobil Mewah Sitaan KPK dari Bupati HST Tersusun di Parkiran Polsel KPL Banjarmasin

Ya, adapun motor dan mobil-mobil yang mewah tersebut tidak lain semula merupakan milik Bupati non aktif HST, Abdul Latif.

Kendaraan mewah tersebut semula diboyong dari kota berjuluk Apam, Barabai menggunakan mobil trailer sementara sisanya, mobil dikendarai langsung dengan pengawalan ketat sejumlah anggota Polres HST.

Motor dan mobil mewah tersebut kemudian tiba di Mapolsek KPL Banjarmasin Minggu sekitar pukul 17.00. Terlihat pula sejumlah anggota Komisi Pemberantasan Korupsi, sedang sibuk merapikan beberapa berkasnya.

Pantauan Banjarmasinpost.co.id, terlihat sore itu sedikitnya ada delapan sepeda motor dan mobil mewah yang tersusun di halaman Mapolsek KPL Banjarmasin.

Baca: Daftar Harga Mobil Mewah Bupati HST yang Dibawa KPK, Satu Unitnya Sampai Miliaran Rupiah!

Baca: Daftar Harga 4 Moge Bupati HST yang Disita KPK, Bikin Mata Terbelalak!

Motor dan mobil tersebut terdiri dari berbagai merk ternama di antaranya Harley Davidson, Ducati, Hummer BMW serta lainnya.

Sementara seorang anggota tim KPK yang tak ingin disebutkan namanya, mengatakan mobil dan motor mewah tersebut rencananya akan dibawa ke Jakarta menggunakan kapal laut.

Hal tersebut bertujuan untuk proses penyelidikan lebih lanjut terkait kasus yang kini menjerat Bupati Non Aktif HST, Abdul Latif di Jakarta.

"Dugaan suap bisa, pencucian uang juga bisa, tapi kemungkinan ada tindak pidana yang lain. Maka dari itu kami akan melakukan penelitian terlebih dahulu dengan benda bergerak ini," ungkap pria berkacamata tersebut.(Banjarmasinpost.co.id/Abdul Ghani)

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help