Berita Hulu Sungai Utara

Pasar Rakyat di HSU Mulai Direnovasi, Salah Satunya Ini yang Menelan Anggaran Rp 1,9 Miliar

Pasar dibangun pada tahun 2010 dengan menelan anggaran sebesar Rp 1,9 miliar yang dilakukan secara bertahap bersumber dari APBD.

Pasar Rakyat di HSU Mulai Direnovasi, Salah Satunya Ini yang Menelan Anggaran Rp 1,9 Miliar
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati
Perbaikan Pasar Rakyat Muara Tapus Kecamatan Amuntai Tengah sedang dikerjakan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Perbaikan Pasar Rakyat Muara Tapus Kecamatan Amuntai Tengah sedang dikerjakan. Pasar dibangun pada tahun 2010 dengan menelan anggaran sebesar Rp 1,9 miliar yang dilakukan secara bertahap bersumber dari APBD.

Karena sudah cukup lama tidak digunakan maka terjadi kerusakan pada bagian atap. Dan saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten HSU berencana dimanfaatkan sebagai galeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Perbaikan atap dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum HSU.

Awalnya bangunan pasar rakyat mengusung nuansa khas Banjar berupa bubungan tinggi dengan atap rumbia. Namun saat ini perbaikan atap menggunakan material seng yang diharapkan dapat bertahan lebih lama dan tidak mudah rusak.

Baca: Kata Fakhri Husaini Usai Timnas U-16 Indonesia Kalah Jepang, Jumpa Vietnam di Final Jenesys 2018

"Atap tidak lagi menggunakan daun rumbia, meskipun terlihat lebih natural namun cepat rusak sehingva kami memilih untuk menggantinya dengan seng," ujar Plt Kadisperindagkop Kaberi.

Pasar rakyat Muara Tapun pada tahun pertama pembangunan adalah membangun bangunan utama dan lesehan yang berada di kanan dan kiri bangunan utama, sedangkan pada tahun berikutnya adalah membangunan mushola dan ruko.

Baca: Kisah Horor di Balik Penjara Ratusan Hantu Penuh Dendam di Rumah Winchester yang Difilmkan

Setelah peresmian pada 2010 pengelolaannya diserahkan kepada pihak ketiga yang hanya bertahan selama satu tahun karena bangkrut, tahun 2011 ruko diresmikan namun belum ada penyewa hingga saat ini.

Pada 2015 dibentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk pasar rakyat agar dapat mengupayakan pemanfaatan bangunan tersebut. Namun sayangnya hingga saat ini masih belum ada yang bersedia menjadi pihak ketiga.

"Dengan perubahan fungsi menjadi galeri Dekranasda diharapkan bangunan tersebut bisa dikenal oleh banyak orang sehingga nantinya bisa dimanfaatkan untuk yang lain saat galeri Dekranasda telah dibangun," ujarnya.

Ahmad warga Muara Tapus mengatakan bangunan pasar rakyat memiliki keunikan tersendiri, tak heran saat sore hari banyak muda mudi yang mebghabiskan waktu di area tersebut.

"Banyak anak muda yang nongkrong, saat malam hari anggota kepolisian juga rutin melakukan patroli agar tempat tersebut tidak digunakan untuk hal negatif," ujarnya.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help